Aksi Kemanusiaan, Kapolsek Poso Pesisir Pikul Keranda Jenazah Hingga ke Liang Lahat

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Aksi kembali ditunjukkan Satgas II Preemtif Ops melalui Kapolsek AKP Risdiyanto saat turut memikul keranda jenazah JM, korban dugaan misterius di Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Jumat (16/5/2025).

Momen tersebut terjadi saat prosesi pemakaman korban di pemakaman umum desa setempat. Korban JM sebelumnya meninggal pada Kamis (15/5/2025) dalam insiden yang masih dalam tahap penyelidikan pihak usai dilakukan autopsi.

Jenazah tiba di Desa Tokorondo pada dini hari setelah menjalani proses autopsi di RSUD Poso. Jenazah disemayamkan di rumah orang tuanya sebelum dimakamkan.

Baca Juga:  Dukung Operasi Zebra Tinombala 2024, Bidpropam Gelar Gaktibplin Personel Polda Sulteng

Sekitar pukul 09.30 WITA, jenazah disalatkan di Masjid Fisabilillah Tokorondo. Usai salat jenazah, ratusan pelayat mengantar ke pemakaman umum. Aksi AKP Risdiyanto memikul keranda menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan empati dan terhadap masyarakat.

Prosesi pemakaman turut dihadiri oleh sejumlah aparat, antara lain Pasi Min Satgas III Preventif Ops Madago Raya Ipda Erik Gustino Saragih, Kanit Binmas Polsek Poso Pesisir Ipda Ramlin, serta personel gabungan dari Polsek Poso Pesisir dan Satgas Madago Raya.

Pihak kepolisian memastikan prosesi pemakaman berjalan dengan aman dan kondusif. Keberadaan aparat di lokasi bentuk penghormatan dan juga sebagai dukungan moril kepada keluarga korban di tengah duka.

Baca Juga:  Cetak Sejarah! Polda Sulteng Ungkap 60 Kilogram Sabu Jaringan Internasional di Donggala

Kapolsek Poso Pesisir, AKP Risdiyanto menyatakan, di tengah suasana duka, kehadiran kepolisian bukan hanya untuk menjaga , tetapi juga menunjukkan bahwa Polri hadir bersama masyarakat dalam suka maupun duka.

“Apa yang saya lakukan murni sebagai bentuk empati dan rasa kemanusiaan. Di luar tugas sebagai anggota Polri, kami juga bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dalam setiap duka . Memikul keranda jenazah ini adalah bentuk penghormatan terakhir saya kepada almarhum dan keluarganya,” ujar AKP Risdiyanto.

Baca Juga:  Berlaga di Vietnam 2024 Asian Open Police Taekwondo Championsip, Atlit Polda Sulteng Sumbang 2 Emas 1 Perunggu

Ia menambahkan, pihaknya ingin membangun hubungan yang lebih dekat dan humanis antara kepolisian dan masyarakat. Dalam situasi seperti ini, pendekatan kemanusiaan jauh lebih penting untuk meredam kegelisahan dan menjaga stabilitas.

“Saya berharap kehadiran kami bisa memberikan sedikit ketenangan bagi keluarga korban serta memperkuat kepercayaan publik terhadap proses hukum yang sedang berjalan,” ungkapnya.

Kapolsek juga mengimbau, masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum tentu kebenarannya. Penyelidikan terkait penyebab kematian JM masih berjalan dan diharapkan bisa memberikan kejelasan hukum secara transparan, pungkasnya.

banner

Komentar