Serahkan Alkitab, Rohaniawan Polri Ajak Jemaat Hidup Rukun Jaga Toleransi 

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Nesia – Dalam upaya mempererat hubungan antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat, Satgas II Preemtif kembali melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi ke sejumlah tokoh agama di wilayah Kabupaten Poso. Kegiatan ini dipimpin oleh rohaniawan Aiptu Halput Tarusu, S.Th, pada Minggu (3/8/2025) kemarin.

Kunjungan pertama dilakukan kepada Lexy Gadjo, Majelis Gereja Kristen Tengah (GKST) Jemaat Mispa Bategencu yang berlokasi di Kecamatan Lage. Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Halput menyampaikan pentingnya membangun kemitraan antara masyarakat dan guna menjaga situasi yang aman dan kondusif.

Baca Juga:  Polda Sulteng Terjunkan Tim Investigasi Usut Kasus Pembakaran Kantor PT RCP di Morowali

Selain itu, Aiptu Halput juga menyerahkan sejumlah Alkitab kepada Majelis GKST untuk didistribusikan kepada warga jemaat. Penyerahan ini sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan yang damai dan toleran.

“Kemitraan yang baik antara tokoh agama dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi warga lainnya dalam menciptakan suasana rukun dan harmonis antar umat beragama,” ujar Aiptu Halput.

Baca Juga:  Sambangi Pemuda Tamanjeka, Dai Polri Ajak Tangkal Paham Radikalisme

Kegiatan serupa juga dilakukan di Desa Panjoka, Kecamatan Pamona Utara. Aiptu Halput menyambangi Pdt. Oktavianus Wurere untuk berdialog serta menjalin silaturahmi yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Dalam kunjungan tersebut, Aiptu Halput kembali menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menciptakan kedamaian di tengah masyarakat. Ia berharap sinergitas ini dapat memperkuat pondasi sosial yang mampu menangkal berbagai bentuk provokasi dan intoleransi.

Baca Juga:  Kasus Kopi Sianida, Ayah Mirna Dilaporkan ke Bareskrim Dugaan Hilangkan Barang Bukti

“Semangat kebersamaan adalah kunci menciptakan Poso yang semakin baik dan damai. Mari terus jaga persaudaraan dan toleransi demi generasi yang hidup dalam kedamaian,” ucapnya.

Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari upaya preemtif melalui Operasi Madago Raya, yang tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga memperkuat aspek sosial dan spiritual masyarakat demi mewujudkan situasi yang stabil dan berkelanjutan.

banner

Komentar