Cegah Radikalisme, Wahdah Islamiyah Komitmen Menjaga Kedamaian di Sulawesi Tengah

-News-
oleh

Palu Nesia – Radikalisme tetap menjadi ancaman serius terhadap persatuan bangsa. Untuk menangkal penyebaran paham ekstrem, Sulawesi Tengah terus berperan aktif dalam membangun pemahaman Islam yang moderat.

Dalam talkshow Polda Sulawesi Tengah, Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah, K.H. Muhammad Yani Abdul Karim, Lc., M.A., menegaskan bahwa salah satu akar radikalisme adalah kesalahpahaman dalam memahami ajaran Islam.

“Banyak kelompok yang menyalahgunakan konsep jihad dengan memanipulasi informasi, sehingga menyebabkan penyesatan terhadap masyarakat. Jihad yang sebenarnya bukanlah kekerasan, melainkan perjuangan intelektual dan amal kebaikan untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.

Baca Juga:  Tim Da'i dan Pendeta Polri Meriahkan HUT RI di Pondok Pesantren Ittihaadul Ummah

Pendidikan menjadi kunci utama dalam membentuk yang memiliki pemahaman luas dan wawasan kebangsaan yang baik.

Sebagai organisasi yang fokus pada , pendidikan, dan sosial, Wahdah Islamiyah telah mendirikan 13 cabang di Sulawesi Tengah, serta mendirikan lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.

“Kami memiliki komunitas dakwah di kampus dan , sebagai wadah bagi anak muda untuk belajar Islam dengan pendekatan yang benar. Dengan demikian, mereka tidak mudah terpengaruh oleh ajaran ekstrem yang menyesatkan,” tambahnya.

Ustaz Yani juga menambahkan, selain melalui pendidikan, Wahdah Islamiyah aktif dalam berbagai kegiatan sosial untuk memperkuat persaudaraan dalam keberagaman.

Baca Juga:  Alumni Deradikalisasi di Poso Pesisir Dukung Stabilitas Keamanan Cegah Radikalisme

Organisasi ini, kata dia, telah menjalin kerja sama dengan aparat dalam berbagai program edukasi, termasuk pencegahan , pergaulan bebas, serta ancaman ideologi radikal.

Pada kesempatan yang sama, Polda Sulawesi Tengah menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Kolaborasi ini sangat diperlukan untuk memastikan paham radikal tidak memiliki ruang untuk berkembang di masyarakat.

Ketahanan keluarga juga menjadi penting dalam pencegahan radikalisme. Menurut K.H. Muhammad Yani Abdul Karim, orang tua perlu lebih aktif dalam membimbing anak-anak agar tidak terpengaruh oleh propaganda yang tersebar di media sosial.

Baca Juga:  Utamakan Teguran, Dirlantas Polda Sulteng Tegaskan Tidak Ada Penindakan Tilang

“Ancaman terbesar saat ini bukan hanya radikalisme, tetapi juga narkoba, kenakalan remaja, dan pergaulan bebas. Keluarga harus menjadi benteng utama agar generasi muda tetap berada di jalur yang benar,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, dengan mengedepankan dialog terbuka dan semangat kebersamaan.

Dengan adanya antara ulama, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan radikalisme semakin efektif, sehingga Sulawesi Tengah dapat tetap menjadi wilayah yang dan harmonis dalam keberagaman, tandasnya.

banner

Komentar