Kompolnas Apresiasi Langkah Cepat Polda Sulteng Ungkap Penyebab Kematian Tahanan Polresta Palu

-Nasional, News-
oleh

Komisi Kepolisian (Kompolnas) dipimpin Dr. Benny Jozua Mamoto melakukan supervisi ke Polresta Palu untuk melihat dan mendengarkan perkembangan penanganan perkara yang mengakibatkan Polresta Palu Bayu Adityawan (BA) meninggal dunia.

eksternal Kepolisian ini turut didampingi Sulteng Irjen Pol Dr. Agus Nugroho langsung melakukan pendalaman di Aula Rupatama Polresta Palu, Selasa (1/10/).

“Kami dari Kompolnas, dari pagi hingga siang ini melakukan kegiatan supervisi,” ungkap Dr. Benny Jozua Mamoto dihadapan awak media yang menunggu di loby Polresta Palu.

Baca Juga:  Ops Madago Raya Gelar Bakti Sosial, Sunatan Massal dan Pengobatan Gratis di Kecamatan Tojo

Pertama sebut Dr. Benny J. Mamonto, kami menerima paparan penanganan kasus yang dilaporkan istri almarhum. Kedua, penanganan dugaan penganiayaan kepada almarhum (BA).

“kami sudah melihat langsung nya di ruang tahanan dan mewawancarai beberapa tahanan yang menjadi saksi” jelas Sekretaris Kompolnas ini.

Ini adalah wujud transparansi dari pihak Polda Sulteng dengan kehadiran kami dari pihak eksternal, ujarnya

“Kami mengapresiasi dengan langkah cepat, maka kasusnya dapat terungkap. Dari yang semula ditangani Polresta diambil alih oleh Polda Sulteng dengan membentuk tim khusus, sehingga penanganan efektif, komprehensif dan lebih cepat lagi.” terang Benny J. Mamoto.

Baca Juga:  Kapolsek Tojo Pimpin Penyaluran Bansos dan Cek Kesehatan Warga di Wilayah Terpencil Suku Wana

Ada hal yang kami , dimana beriringan proses etik sedang dilakukan, proses pidana sedang berjalan, ungkapnya

“Marilah nanti kita tunggu hasilnya, putusannya apa, sidang pidana terbuka untuk umum tentunya semua bisa mengikuti apa yang terjadi kepada almarhum,” pinta Benny J. Mamoto.

Ada satu hal yang perlu menunggu, kata Benny Mamoto, bahwa untuk membuktikan penyebab kematian harus dilakukan ekshumasi autopsi jenazah. Karena yang dilakukan waktu lalu hanyalah visum luar. Langkah ini perlu kita tunggu.

Baca Juga:  Dukung Asta Cita Presiden, Polda Sulteng Tanam Jagung di Lahan 20 Hektar

“Kami mendengar langkah ini akan sesegera mungkin karena ada keterbatasan waktu, nanti jenazah terlanjur kondisinya rusak sehingga menyulitkan dalam autopsi.” tandasnya.

Sekali lagi kami apresiasi Kerja Polda Sulteng dan jajaran serta kerja keras untuk menuntaskan kasus ini, pungkasnya.

banner

Komentar