Penindakan Illegal Fishing, Ditpolairud Amankan Tiga Pelaku Asal Gorontalo di Teluk Tomini

-News-
oleh

Nesia – Ditpolairud mengungkap kasus destructive fishing di wilayah perairan Teluk Tomini, Desa Sijoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten , Provinsi .

Penindakan ini dilakukan oleh tim Subdit Gakkum dipimpin oleh Aipda Yova N. Gintu dengan melibatkan empat personel yang menggunakan dua unit kapal.

Menurut keterangan dari Polda Sulteng melalui KBO Ditpolairud AKBP Ridwan mengatakan, berawal dari tim subdit gakkum melakukan penyelidikan dengan melaut di perairan tersebut dan mendapati pelaku yang sedang menggunakan untuk menangkap ikan.

Baca Juga:  Mulai Hari Ini, Polda Sulteng Fokus Amankan 2.332 Gereja di Sulteng

“Sekitar pukul 09.00 WITA pada hari Minggu 18 Agustus 2024, tim mendengar bunyi ledakan sebanyak tiga kali dan menemukan pelaku di atas kapal, sementara dua pelaku lainnya sedang menyelam untuk mengambil ikan hasil peledakan,” ujar AKBP Ridwan saat memimpin konferensi pers di Mako Ditpolairud, Kamis (22/8/2024).

AKBP Ridwan menjelaskan, dalam penangkapan ini, tim mengamankan tiga pelaku, dengan inisial I (41), D (37), dan K (48), yang semuanya berasal dari Desa Torsiaji, Kecamatan Popayato, Kabupaten Boalemo, Provinsi .

Baca Juga:  Terjunkan 250 Personel, Polda Sulteng Lanjutkan Operasi Madago Raya Tahap II

Selain itu, tim juga menyita barang bukti berupa kapal kayu, mesin tempel, kompresor, tabung kompresor, selang kompresor, regulator, fin katak, dayung, kacamata selam, dan bahan peledak, jelas Dirpolairud.

“Ketiga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Pantai Desa Labuan, Kecamatan Moutong, Kabupaten Moutong, yang berjarak sekitar empat mil laut dari tempat kejadian,” terangnya.

Atas perbuatannya pelaku terancaman hukuman sesuai Pasal 84 Ayat 1 Jo Pasal 8 Ayat 1 UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman penjara hingga 6 tahun.

Baca Juga:  Dai Polri Hadirkan Suasana Aman dan Damai pada Perayaan Paskah di Poso

KBO mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik perikanan yang merusak lingkungan dan ilegal.

“Kami minta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian sumber daya laut dengan mematuhi aturan perikanan yang berlaku. Jangan ragu untuk melaporkan aktivitas ilegal kepada pihak berwenang demi menjaga keberlanjutan ekosistem perairan kita,” tegas KBO Ditpolairud.

banner

Komentar