Da’i Polri Gandeng Tokoh Agama dan Masyarakat Lawan Radikalisme di Parigi Selatan

-News-
oleh

Nesia – Tim Da'i Polri Satgas kembali melakukan kegiatan sambang dan silaturahmi dengan Imam Masjid At-Takmir di Dusun 4, Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (5/5/).

Tim Da'i Polri yang terdiri dari Aiptu Erwin, Aiptu Irwan, Aiptu Zulham dan Aipda Arwin Abubakar, bersilaturahmi dengan Imam Masjid At-Takmir, Ustadz Sahril. Dalam pertemuan tersebut, Tim Da'i Polri menyampaikan beberapa pesan penting kepada Ustad Sahril dan para tokoh masyarakat di Desa Boyantongo.

Pesan-pesan yang disampaikan Tim Da'i Polri, diantaranya:

Baca Juga:  Peran Strategis Imam dan Pegawai Syara dalam Mewujudkan Pemilu Damai di Parigi Moutong

Pertama, penting para Imam Masjid, tokoh agama, dan masyarakat dalam menangkal masuknya paham dan di wilayah Kecamatan Parigi Selatan.

Kedua, Pentingnya menjaga persaudaraan, persatuan, dan kesatuan serta antar warga.

Ketiga, Peran aktif masjid dalam menjaga generasi muda dari pengaruh paham-paham yang menyesatkan.

Ustadz Sahril menyambut baik kunjungan Tim Da'i Polri dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya Polri dalam menangkal paham dan intoleran di wilayahnya.

Sementar itu, Kasubsatgas Humas Operasi , AKP Basirun Laele menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya Satgas Madago Raya dalam membangun sinergi dengan para tokoh agama dan masyarakat di wilayah operasi.

Baca Juga:  62 Warga Masani Dapat Layanan Kesehatan Gratis dan Edukasi Hidup Sehat dari Satgas Madago Raya

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjalin komunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan para Imam Masjid, tokoh agama, dan masyarakat. Kami berharap, melalui sinergi ini, kita dapat bersama-sama menangkal masuknya paham radikalisme dan intoleransi di wilayah Sulawesi Tengah,” ujar AKP Basirun Laele.

Kasubsatgas Humas juga menekankan peran penting para tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga perdamaian dan keamanan di wilayahnya.

“Tokoh agama dan masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme dan intoleransi. Mereka juga dapat membantu Polri dalam mengidentifikasi dan mencegah penyebaran paham-paham yang menyesatkan tersebut,” jelas AKP Basirun Laele.

Baca Juga:  Prof. Zainal Abidin: Radikalisme Tumbuh dari Pemahaman Agama yang Dangkal

Kasubsatgas Humas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mari kita bersama-sama jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan mudah terprovokasi oleh paham-paham yang radikal dan intoleran. Kita harus saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain agar terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif,” pesan AKP Basirun Laele.

banner

Komentar