Da’i Polri Gandeng Tokoh Agama dan Masyarakat Lawan Radikalisme di Parigi Selatan

-News-
oleh

Nesia – Tim Da'i Polri Satgas kembali melakukan kegiatan sambang dan silaturahmi dengan Imam Masjid At-Takmir di Dusun 4, Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (5/5/2024).

Tim Da'i Polri yang terdiri dari Aiptu Erwin, Aiptu Irwan, Aiptu Zulham dan Aipda Arwin Abubakar, bersilaturahmi dengan Imam Masjid At-Takmir, Ustadz Sahril. Dalam pertemuan tersebut, Tim Da'i Polri menyampaikan beberapa pesan penting kepada Ustad Sahril dan para tokoh masyarakat di Desa Boyantongo.

Pesan-pesan yang disampaikan Tim Da'i Polri, diantaranya:

Baca Juga:  Eks Napiter Poso Apresiasi Polri Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis di Touna

Pertama, Peran penting para Imam Masjid, tokoh agama, dan masyarakat dalam menangkal masuknya paham dan intoleransi di wilayah Kecamatan Parigi Selatan.

Kedua, Pentingnya menjaga persaudaraan, persatuan, dan kesatuan serta kerukunan antar warga.

Ketiga, Peran aktif remaja masjid dalam menjaga generasi muda dari pengaruh paham-paham yang menyesatkan.

Ustadz Sahril menyambut baik kunjungan Tim Da'i Polri dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya Polri dalam menangkal dan di wilayahnya.

Sementar itu, Kasubsatgas Humas , AKP Basirun Laele menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam membangun sinergi dengan para tokoh agama dan masyarakat di wilayah operasi.

Baca Juga:  Tega Cabuli Anak Tiri Sejak Tahun 2020, Polisi Ringkus Pelaku di Nuhon Banggai

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjalin komunikasi dan membangun hubungan yang baik dengan para Imam Masjid, tokoh agama, dan masyarakat. Kami berharap, melalui sinergi ini, kita dapat bersama-sama menangkal masuknya paham radikalisme dan intoleransi di wilayah Sulawesi Tengah,” ujar AKP Basirun Laele.

Kasubsatgas Humas juga menekankan peran penting para tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga perdamaian dan di wilayahnya.

Baca Juga:  Peduli Masyarakat, Polda Sulteng Gelar Operasi Gratis Bagi 38 Pasien di RS Bhayangkara

“Tokoh agama dan masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme dan intoleransi. Mereka juga dapat membantu Polri dalam mengidentifikasi dan mencegah penyebaran paham-paham yang menyesatkan tersebut,” jelas AKP Basirun Laele.

Kasubsatgas Humas mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mari kita bersama-sama jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan mudah terprovokasi oleh paham-paham yang radikal dan intoleran. Kita harus saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain agar terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif,” pesan AKP Basirun Laele.

banner

Komentar