Polisi Ungkap Motif Marco Karundeng Provokasi Bentrokan di Bitung

-News-
oleh

Palu Nesia – Polisi menetapkan sebagai dugaan di media sosial terkait bentrokan dua kelompok massa yang terjadi di Bitung, Utara.

Kabid Humas Kalimantan Timur, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan tersangka Marco Karundeng di wilayah , Kalimantan Timur.

“Tersangka ini memposting ujaran kebencian yang dilakukan di Samarinda,” ujar Yusuf Sutejo kepada dikutip pada Sabtu (9/12/2023).

Yusuf menjelaskan, tersangka ditetapkan menjadi tersangka lantaran menuliskan komentar di salah satu grup Facebook menggunakan akun dengan nama Marco Karundeng yang bertuliskan ‘berarti sekarang torang orang minahasa somo bage sembarang target ba jilbab dengan pake kopiah iko ta mo rako kalo baku dpa di jalan', dengan arti, ‘berarti sekarang semua orang minahasa pukul sembarang target bejilbab dengan pakai kopiah kalau ketemu di jalan'.

Baca Juga:  Semangat Gotong Royong, Satgas Madago Raya Kerja Bakti bersama Warga Patiwunga di Masjid Al Ikhlas

Dari komentar itu, polisi kemudian melakukan penelusuran serta identifikasi dan diketahui bahwa tersangka berdomisili di Samarinda.

“Tim Siber Krimsus Polda Kaltim melakukan identifikasi, melakukan pelacakan dan pengejaran sampai akhirnya pelaku dapat diamankan di atas kapal di Samarinda pada tanggal 29 November 2023, ini kurun waktu 4 hari setelah yang bersangkutan memposting ujaran kebencian tersebut,” paparnya.

Baca Juga:  Penguatan Moderasi Beragama Jadi Upaya Satgas Madago Raya Jaga Kamtibmas di Poso

Sementara untuk tersangka melontarkan komentar bernada provokasi itu dikarenakan dirinya kesal saat melihat adanya video kekerasan terhadap orang tua.

“Motifnya pelaku kesal karena melihat video yang dia lihat kejadian di Bitung ada seorang laki-laki atau orang tua laki-laki yang dipukuli oleh massa,” ungkapnya.

Yusuf menambahkan, tersangka melakukan hal tersebut di wilayah Samarinda karena berdomisili dan juga bekerja di Samarinda sebagai teknisi engineering di kapal.

Baca Juga:  Peduli Kesehatan dan Kesejahteraan, Kapolsek Tojo Adakan Sunatan Gratis serta Bagi Sembako

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 45a ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) dan/atau undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Elektronik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

banner

Komentar