Ikhwan Islam Garis Keras Tojo Una-una Dukung Polda Sulteng Tangkal Paham Radikalisme

-News-
oleh

Para
ikhwan Islam Garis Keras (IGK) di wilayah Dusun Kainyole Desa Podi Kab.
Una Una. (Foto: Istimewa)

Palu Nesia – Para
ikhwan Islam Garis Keras (IGK) di wilayah Dusun Kainyole Desa Podi Kab.
siap menjaga dan mendukung tugas Kepolisian
. mendukung pihak Kepolisian Sulteng untuk
menciptakan situasi Kamtibmas yang dan kondusif.


Para
ikhwan Islam Garis Keras (IGK) ini juga turut berupaya mencegah paham
radikal yang dikhawatirkan masuk ke wilayah Sulteng serta menciptakan
situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Hal ini diungkapkan langsung
oleh salah satu Ikhwan Islam Garis Keras (IGK), Jumat (28/7/2023).

Baca Juga:  Kepala Desa Katulistiwa Komitmen Dukung Upaya Pencegahan Radikalisme Jelang Pilkada

“Kami
ikhwan Islam Garis Keras (IGK) pada hakekatnya mendukung pihak
Kepolisian dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng, dalam
menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif serta mencegah
paham radikal di wilayah Sulteng,” ucapnya.

Terkait di negeri ini diakuinya dapat mengganggu nasional bahkan menimbulkan terjadinya perpecahan.

Olehnya
kami sangat mendukung upaya pihak Kepolisian khususnya
untuk mencegah masuknya paham radikalisme di wilayah Dusun Kainyole Desa
Podi Kab. Tojo Una Una,” katanya.

Baca Juga:  Kapolri: NKRI Rumah Bersama, Setiap Anak Bangsa Punya Ruang untuk Berkarya

“Indonesia merupakan negara
Bhinneka Tunggal Ika, maka kami tidak setuju segala bentuk kekerasan
yang mengatasnamakan kelompok,” tambahnya.

Ia juga menuturkan,
pihaknya saat ini terus melakukan aktivitas yang positif untuk
menghindari pemikiran radikalisme dan intoleran, sebutnya.

Sehingga
dapat terjaga situasi kamtibmas di wilayah Dusun Kainyole Desa Podi
Kab. Tojo Una Una tetap aman dan kondusif serta terhindar dari aksi
, sambungnya.

Baca Juga:  Pelatihan Menjahit Resmi Ditutup, Satgas Madago Raya Ajak Peserta jadi Pelaku Wirausaha Lokal

“Hindari paham radikal dan melakukan
aktivitas yang positif untuk menghidupi keluarga serta melakukan
kegiatan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk menghindari paham
radikal yang tersebar,” pungkasnya.

banner

Komentar