APPBIPA Sulteng Lantik Pengurus 2026-2030, Perkuat Program BIPA bagi Warga Asing

-News-
oleh

 — APPBIPA Cabang Tengah resmi melantik pengurus masa bakti 2026–2030 di Kantor Sulawesi Tengah, Sabtu (15/8/2026). Pelantikan menjadi momentum memperkuat kelembagaan dan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Asrianti, S.Pd., M.Pd., kembali dipercaya sebagai APPBIPA Sulawesi Tengah periode 2026–2030. Ia sebelumnya memimpin organisasi tersebut pada masa bakti 2021–2026.

Kepengurusan baru akan memperluas layanan BIPA bagi asing, tenaga kerja asing (), wisatawan, serta warga negara asing yang tinggal dan bekerja di Sulawesi Tengah. Program juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi pengajar dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga kebahasaan, dan dunia .

Pelantikan dihadiri Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafiz Muksin, Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Iwa Lukmana, Ketua Umum APPBIPA Pusat Prof. Gatut Susanto, Wakil Ketua I APPBIPA Pusat Agus Soehardjono, serta Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tengah Syarifuddin. Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Asisten II Setdaprov Sulawesi Tengah Rusdi Dewanto.

Baca Juga:  Seri 3 Roadrace Piala Kapolda Sulteng Resmi Ditutup, Ini Daftar Pemenangnya!

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Rusdi, Pemprov menyambut baik kepengurusan baru APPBIPA. APPBIPA dinilai menjadi mitra strategis dalam memperkuat penggunaan bahasa Indonesia serta membantu warga asing beradaptasi dengan lingkungan kerja dan sosial.

“Keberadaan perusahaan multinasional dan tenaga kerja asing di Sulawesi Tengah perlu diikuti dengan program pembelajaran bahasa Indonesia yang terencana dan berkelanjutan,” kata Gubernur. Ia mendorong sinergi APPBIPA, Balai Bahasa, Dinas Ketenagakerjaan, perguruan tinggi, dan perusahaan.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafiz Muksin mengatakan pengembangan BIPA membutuhkan kolaborasi pemerintah, Balai Bahasa, APPBIPA, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri. Sulawesi Tengah dinilai memiliki potensi besar karena memiliki mahasiswa asing, perusahaan multinasional, serta TKA dari berbagai latar bahasa dan budaya.

Baca Juga:  Da'i Polri dan Pengurus Masjid Muhajirin Bersatu Tolak Paham Radikal dan Intoleran di Poso

Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tengah menyatakan siap memperkuat kerja sama dalam peningkatan kompetensi pengajar, penyusunan bahan ajar, penelitian, pengembangan metode, serta perluasan layanan BIPA. Pembelajaran juga akan mengintegrasikan nilai budaya, kesantunan, dan kekayaan lokal Sulawesi Tengah.

Asrianti mengatakan kepengurusan 2026–2030 menetapkan lima fokus, yakni penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi pengajar, perluasan kemitraan, integrasi budaya lokal, serta penelitian dan inovasi BIPA. Salah satu prioritasnya ialah program BIPA bagi TKA, khususnya di kawasan industri .

“Kami tidak ingin pelantikan ini berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setelah pelantikan, visi harus diterjemahkan menjadi program, program harus diwujudkan dalam tindakan, dan tindakan harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegas Asrianti.

Baca Juga:  3 Tahun Pengabdian, Perwira SIP 49 Polda Sulteng Beri Bantuan Sumur Bor Serta Buku Warga Binangga

Program BIPA bagi TKA akan mencakup pemetaan kebutuhan komunikasi, tes penempatan, penyusunan kurikulum dan modul berbasis komunikasi kerja, penyediaan pengajar, pembelajaran, pengenalan budaya lokal, evaluasi, hingga pelaporan. Program diharapkan mendukung komunikasi kerja, keselamatan, koordinasi, serta mencegah kesalahpahaman di lingkungan industri.

APPBIPA juga akan memperkuat kerja sama dengan perusahaan, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga kebahasaan. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat penyelenggaraan BIPA lebih profesional, terukur, kontekstual, dan berkelanjutan.

Asrianti menegaskan BIPA bukan sekadar pembelajaran bahasa, tetapi juga ruang pertukaran budaya. “Dari Sulawesi Tengah, kita memperkenalkan bahasa Indonesia kepada dunia. Melalui bahasa Indonesia, kita juga memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tengah kepada masyarakat internasional,” tutupnya.

banner

Komentar