Polda Sulteng Tegaskan Komitmen Cegah Tumbuh Kembang Paham Radikalisme dan Intoleransi

-News, Religi-
oleh

NESIA – terus memperkuat upaya pencegahan terhadap berkembangnya paham dan intoleransi di tengah masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui pendekatan edukasi, pembinaan, serta penguatan dengan berbagai elemen masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Pencegahan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, kalangan akademisi, hingga generasi muda. Melalui pola pendekatan yang humanis, Polda Sulteng mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat nilai , toleransi, dan semangat persatuan.

Baca Juga:  Polemik Pertambangan Ilegal, Polda Sulteng: Perlu Pendekatan Komprehensif Selesaikan Masalah

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah melalui Kasubbid Penmas, Kompol Reky Moniung, mengatakan bahwa radikalisme dan intoleransi merupakan paham yang harus diantisipasi sejak dini karena berpotensi mengganggu kerukunan, persatuan, serta stabilitas keamanan di daerah.

“Upaya pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan. Karena itu kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran maupun informasi yang mengandung unsur radikalisme dan intoleransi,” ujar Kompol Reky Moniung dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri karena penyebaran kini banyak memanfaatkan media digital dan media sosial. Untuk itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam menyaring informasi serta tidak mudah mempercayai konten yang bersifat provokatif maupun mengandung ujaran kebencian.

Baca Juga:  Polda Sulteng Gerebek Lokasi Penimbunan BBM Subsidi di Banggai Laut, 2 Ton Solar Disita

Menurut Reky, menjaga kerukunan antarumat beragama, menghormati , dan mengedepankan nilai-nilai Pancasila menjadi benteng utama dalam menangkal masuknya ideologi yang bertentangan dengan semangat Negara Kesatuan Republik .

Polda Sulteng juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berkolaborasi dengan kepolisian dalam mendeteksi secara dini apabila menemukan indikasi penyebaran paham radikalisme maupun intoleransi di lingkungan masing-masing. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Baca Juga:  Berikut Daftar Susunan Lengkap Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran

Kompol Reky Moniung menegaskan, Polda Sulawesi Tengah akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui edukasi dan kemitraan dengan masyarakat.

“Mari bersama-sama menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta tidak memberi ruang bagi tumbuh dan berkembangnya paham radikalisme maupun intoleransi di Sulawesi Tengah demi terciptanya keamanan dan bersama,” pungkasnya.

banner

Komentar