Polda Sulteng Tegaskan Komitmen Cegah Tumbuh Kembang Paham Radikalisme dan Intoleransi

-News, Religi-
oleh

PALU NESIA – Tengah terus memperkuat upaya pencegahan terhadap berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui pendekatan edukasi, pembinaan, serta penguatan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Pencegahan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, kalangan akademisi, hingga generasi muda. Melalui pola pendekatan yang humanis, Polda Sulteng mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan semangat persatuan.

Baca Juga:  Polda Sulteng Kerahkan 3.030 Personel, Amankan Mudik Lebaran 2024

Kabid melalui Kasubbid Penmas, Kompol Reky Moniung, mengatakan bahwa radikalisme dan intoleransi merupakan paham yang harus diantisipasi sejak dini karena berpotensi mengganggu , persatuan, serta keamanan di .

“Upaya pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan. Karena itu kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran maupun informasi yang mengandung unsur radikalisme dan intoleransi,” ujar Kompol Reky Moniung dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri karena penyebaran paham radikal kini banyak memanfaatkan media digital dan . Untuk itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam menyaring informasi serta tidak mudah mempercayai konten yang bersifat provokatif maupun mengandung ujaran kebencian.

Baca Juga:  Eksnapiter Ikut Menjaga Situasi Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Poso

Menurut Reky, menjaga kerukunan antarumat beragama, menghormati perbedaan, dan mengedepankan nilai-nilai Pancasila menjadi benteng utama dalam menangkal masuknya ideologi yang bertentangan dengan semangat Negara Kesatuan Republik .

Polda Sulteng juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berkolaborasi dengan kepolisian dalam mendeteksi secara dini apabila menemukan indikasi penyebaran paham radikalisme maupun intoleransi di lingkungan masing-masing. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Baca Juga:  Polda Sulteng Terjunkan Helikopter Jemput Logistik Pemilu di Wilayah Terpencil Morut

Kompol Reky Moniung menegaskan, Polda Sulawesi Tengah akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui edukasi dan dengan masyarakat.

“Mari bersama-sama menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta tidak memberi ruang bagi tumbuh dan berkembangnya paham radikalisme maupun intoleransi di Sulawesi Tengah demi terciptanya keamanan dan kedamaian bersama,” pungkasnya.

banner

Komentar