Penguatan Moderasi Beragama Jadi Upaya Satgas Madago Raya Jaga Kamtibmas di Poso

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Upaya menjaga kerukunan dan memperkuat semangat kebangsaan di wilayah operasi kembali dilakukan Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya 2025. Melalui kegiatan penguatan , Satgas menyasar desa percontohan Kampung Moderasi Beragama di Kabupaten Poso sebagai langkah strategis mencegah tumbuhnya radikalisme dan intoleransi.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel, Jalan Pulau Seram, Kecamatan Poso , pada Sabtu (15/11/2025). Acara dipimpin Kasatgas II Preemtif AKBP Moh. Taufik, SH, dan dihadiri personel Satgas II Preemtif serta para Da'i Polri. Hadir pula , Prof Dr KH Zainal Abidin, M.Ag, sebagai narasumber utama.

Baca Juga:  Kerahkan Mobil Dapur Umum, Satgas Madago Raya Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Dalam sambutannya, Kasatgas II Preemtif AKBP Taufik menyampaikan, bahwa kegiatan penguatan moderasi beragama merupakan terobosan inovatif Satgas II Preemtif .

“Program ini menjadi bagian penting dalam pemeliharaan kamtibmas serta langkah preemtif untuk menekan penyebaran paham radikalisme di wilayah operasi khususnya kabupaten Poso,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penunjukan desa percontohan sebagai Kampung Moderasi Beragama didasarkan pada kemajemukan Poso. Menurutnya, pluralitas masyarakat merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi contoh nasional tentang bagaimana dapat dikelola untuk menciptakan perdamaian dan solidaritas.

Baca Juga:  Tangkal Ekstremisme, Satgas Madago Raya Dorong Peran Aktif Imam Masjid dan Pegawai Syara

AKBP Moh Taufik juga meminta seluruh lintas agama untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa moderasi beragama harus mengacu pada empat pilar penting, yakni , toleransi, anti kekerasan, serta akomodatif terhadap budaya lokal sebagai pedoman kehidupan sosial.

Pada sesi materi, Prof Dr KH Zainal Abidin, M.Ag, menyampaikan paparan bertema “Moderasi Beragama sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa.” Ia menegaskan bahwa moderasi beragama adalah kunci menghadapi ancaman ekstremisme yang dapat memecah belah masyarakat bila tidak diantisipasi sejak dini.

Baca Juga:  Sinergi untuk Kebaikan Kota Palu, Wahdah Islamiyah Rencanakan Program Strategis di Rakerda ke-13

Di akhir kegiatan, peserta yang merupakan tokoh lintas agama menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satgas II Preemtif Ops Madago Raya. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi memperkuat harmoni sosial dan menjaga Poso tetap aman dan kondusif.

banner

Komentar