Satgas Madago Raya Edukasi Warga Desa Banano Soal Bahaya Paham Radikalisme

-News, Pendidikan-
oleh

Nesia – Upaya menjaga keamanan dan memperkuat persatuan masyarakat terus dilakukan II Preemtif . Pada Kamis (14/8/), Satgas mendatangi warga Desa Banano, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una, untuk melakukan tatap muka langsung.

Dalam kegiatan ini, Bripka Jabbar Abu menyapa warga satu per satu. Kehadiran mereka disambut hangat, menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana menyampaikan imbauan kamtibmas.

Baca Juga:  Pembentangan Bendera Kapolda Sulteng Hiasi Langit Mamboro di HUT Korps Brimob Polri ke-79

Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya saling menghormati antarwarga, menjaga kerukunan antarumat beragama, dan menciptakan lingkungan yang . Bripka Jabbar mengingatkan bahwa toleransi adalah kunci agar kehidupan masyarakat tetap tenteram.

Tak hanya soal keamanan sehari-hari, Bripka Jabbar juga mengajak masyarakat waspada terhadap potensi penyebaran paham radikalisme. Masyarakat diimbau tidak ragu memberikan informasi kepada aparat jika menemukan tanda-tanda masuknya ideologi yang mengancam persatuan.

“Kami berharap semua warga menjadi bagian dari penjaga keamanan. Bersama-sama, kita bisa mencegah masuknya paham yang dapat memecah belah bangsa,” kata Bripka Jabbar Abu.

Baca Juga:  Imam Masjid dan Pegawai Syarah Ampana Dukung Polri Tangkal Radikalisme di Touna

Warga setempat memberikan respon positif. Salah satunya datang dari Sidiq yang mengapresiasi langkah Satgas Madago Raya. Ia menegaskan kesiapannya mendukung penuh upaya menjaga situasi kamtibmas di Desa Banano.

“Kami akan bersinergi dengan aparat untuk mencegah paham dan radikalisme. Desa kami harus tetap damai,” ujarnya.

Dengan kehadiran Satgas II Preemtif Ops Madago Raya di tengah masyarakat, diharapkan rasa kebersamaan dan kepercayaan antara warga dan aparat semakin terjalin erat. Langkah ini bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat benteng toleransi di desa-desa.

Baca Juga:  Tim Da'i dan Pendeta Polri Meriahkan HUT RI di Pondok Pesantren Ittihaadul Ummah

Komitmen bersama antara aparat dan masyarakat menjadi kunci terciptanya wilayah yang damai, bebas dari pengaruh , dan tetap berada dalam bingkai persatuan NKRI.

banner

Komentar