Satgas Madago Raya Edukasi Warga Desa Banano Soal Bahaya Paham Radikalisme

-News, Pendidikan-
oleh

– Upaya menjaga keamanan dan memperkuat persatuan masyarakat terus dilakukan II Preemtif Operasi Madago Raya. Pada Kamis (14/8/2025), personel Satgas mendatangi warga Desa Banano, Kecamatan , , untuk melakukan tatap muka langsung.

Dalam kegiatan ini, Bripka Jabbar Abu menyapa warga satu per satu. Kehadiran mereka disambut hangat, menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana menyampaikan imbauan .

Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya saling menghormati antarwarga, menjaga kerukunan antarumat beragama, dan menciptakan lingkungan yang aman. Bripka Jabbar mengingatkan bahwa toleransi adalah kunci agar kehidupan masyarakat tetap tenteram.

Baca Juga:  795 Personel Polda Sulteng Jalani Pemeriksaan Kesehatan Jelang Pengamanan TPS

Tak hanya soal keamanan sehari-hari, Bripka Jabbar juga mengajak masyarakat waspada terhadap potensi penyebaran paham . Masyarakat diimbau tidak ragu memberikan informasi kepada aparat jika menemukan tanda-tanda masuknya ideologi yang mengancam persatuan.

“Kami berharap semua warga menjadi bagian dari penjaga keamanan. Bersama-sama, kita bisa mencegah masuknya paham yang dapat memecah belah bangsa,” kata Bripka Jabbar Abu.

Baca Juga:  Oknum Kolonel TNI Aktif Terseret Kasus Korupsi MBG, Kejagung Ungkap Perannya di Pengadaan Motor Listrik

Warga setempat memberikan respon positif. Salah satunya datang dari Sidiq yang mengapresiasi langkah Satgas Madago Raya. Ia menegaskan kesiapannya mendukung penuh upaya menjaga situasi kamtibmas di Desa Banano.

“Kami akan bersinergi dengan aparat untuk mencegah paham dan radikalisme. Desa kami harus tetap damai,” ujarnya.

Dengan kehadiran Satgas II Preemtif Ops Madago Raya di tengah masyarakat, diharapkan rasa kebersamaan dan kepercayaan antara warga dan aparat semakin terjalin erat. Langkah ini bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat benteng toleransi di desa-desa.

Baca Juga:  Momentum Hari Kartini, AKP Siti Elminawati Teguhkan Komitmen Lindungi Perempuan dan Anak

bersama antara aparat dan masyarakat menjadi kunci terciptanya wilayah yang damai, bebas dari pengaruh paham radikal, dan tetap berada dalam bingkai persatuan NKRI.

banner

Komentar