Cegah Radikalisme, Dai Polri Beri Bimbingan kepada Santri Ponpes Amanah Putra Poso

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Dalam upaya mencegah masuknya pemahaman radikal di kalangan pelajar, II Preemtif melalui Da'i Ops melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada para santri Pondok Pesantren Amanah Putra, Desa Landangan, Kecamatan Pesisir, Poso, pada Selasa (19/11/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang pentingnya menjauhi paham radikal dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  Gaskeeun! Sambut Hari Bhayangkara ke 77, Polri Gelar Berbagai Lomba Konten Kreatif

Tim yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi, mengajak para santri untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT, menghormati orang tua, serta mematuhi para ustadz dan guru sebagai pembimbing ilmu.

Polri juga menekankan pentingnya menghindari perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam, hukum negara, dan nilai-nilai Pancasila.

“Paham radikal, intoleransi, dan anti-Pancasila hanya akan merusak tatanan kehidupan. Sebagai santri, kalian adalah generasi penerus yang diharapkan dapat menjaga kedamaian, terutama di Kabupaten Poso ini,” ujar Ipda Ilham Sriwan.

Baca Juga:  Lewat Silaturahmi, Dai Polri Madago Raya Perkuat Keamanan Wilayah Poso

Penyuluhan yang berlangsung interaktif ini mendapat respons positif dari para santri dan pengurus pondok pesantren. Ustadz Syarif Hidayatullah, salah satu pengasuh Ponpes Amanah Putra, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dari Tim Da'i Polri.

“Kami mendukung penuh langkah Polri khususnya Satgas Madago Raya dalam menjaga keamanan dan siap berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang damai dan kondusif,” tuturnya.

Baca Juga:  Patroli Kesehatan, Subsatgas Dokkes Cek Kesehatan Personel Pos Kamtibmas di Wilayah Operasi

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Satgas Madago Raya untuk menjaga stabilitas keamanan di khususnya Kabupaten Poso melalui pendekatan persuasif dan edukatif kepada generasi muda. Dengan bimbingan ini, diharapkan para santri dapat menjadi yang membawa nilai-nilai kebajikan dan toleransi di tengah .

banner

Komentar