Cegah Radikalisme, Dai Polri Beri Bimbingan kepada Santri Ponpes Amanah Putra Poso

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Nesia – Dalam upaya mencegah masuknya pemahaman di kalangan pelajar, II Preemtif melalui Da'i melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada para santri Pondok Pesantren , Desa Landangan, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, pada Selasa (19/11/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang pentingnya menjauhi dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  Sepanjang 2025, Operasi Madago Raya Amankan 8 Pucuk Senpi Rakitan Hingga 313 Butir Amunisi

Tim Polri yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi, mengajak para santri untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT, menghormati orang tua, serta mematuhi para ustadz dan guru sebagai pembimbing ilmu.

Dai Polri juga menekankan pentingnya menghindari perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam, hukum negara, dan nilai-nilai Pancasila.

“Paham radikal, intoleransi, dan anti-Pancasila hanya akan merusak tatanan kehidupan. Sebagai santri, kalian adalah generasi penerus yang diharapkan dapat menjaga kedamaian, terutama di Kabupaten Poso ini,” ujar Ipda Ilham Sriwan.

Baca Juga:  Peduli Lingkungan, Satgas Madago Raya dan Pelajar MAN 1 Poso Kerja Bakti di Tabalu

Penyuluhan yang berlangsung interaktif ini mendapat respons positif dari para santri dan pengurus pondok pesantren. Ustadz Syarif Hidayatullah, salah satu pengasuh Amanah Putra, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dari Tim Da'i Polri.

“Kami mendukung penuh langkah Polri khususnya Satgas Madago Raya dalam menjaga dan siap berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang damai dan kondusif,” tuturnya.

Baca Juga:  Pesan Kedamaian Satgas Madago Raya Warnai Perayaan Ultah Pura Dharma Sahpawita di Touna

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Satgas Madago Raya untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasi khususnya Kabupaten Poso melalui pendekatan persuasif dan edukatif kepada generasi muda. Dengan bimbingan ini, diharapkan para santri dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebajikan dan toleransi di tengah masyarakat.

banner

Komentar