Generasi Muda Poso Dibekali Pengetahuan Bahaya Radikalisme oleh Tim Da’i Polri

-News-
oleh

Nesia – Dalam suasana yang hangat dan interaktif, tim Da'i Polri Ops gencar melakukan kegiatan penyuluhan di SMA Negeri 4 , pada Selasa (30/7/).

Kegiatan ini tidak hanya sebatas penyampaian materi, namun juga membuka ruang dialog yang menarik antara para dengan anggota tim Da'i Polri.

Dalam kesempatan tersebut, tim Da'i mengajak para pelajar untuk berdiskusi mengenai berbagai isu terkini, seperti bahaya , radikalisme, dan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Para pelajar terlihat antusias dalam mengajukan pertanyaan dan berbagi pendapat.

Baca Juga:  Debat Publik Kedua Pilgub Sulteng, Kepolisian Batasi Jumlah Pendamping Paslon

Ipda Ilham Sriwan selaku ketua tim mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri khususnya II Preemtif Ops Madago Raya untuk mendekatkan diri dengan , khususnya generasi muda.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan ,” ujar Ipda Ilham Sriwan.

Baca Juga:  Komitmen Jaga Stabilitas, Satgas Madago Raya Amankan Ibadah Umat Kristiani di Poso

Ipda Ilham Sriwan juga menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai dan bahaya radikalisme.

“Pemuda adalah aset bangsa, oleh karena itu, sangat penting bagi kami untuk memberikan pemahaman yang benar sejak dini,” tandasnya.

Kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh tim Da'i Polri Ops Madago Raya di SMA Negeri 4 Poso mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin.

Baca Juga:  Komitmen Bersih Narkoba, 50 Personel Satgas Madago Raya di Poso Jalani Tes Urine

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim Da'i Polri. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami, terutama dalam membentuk karakter dan memberikan pemahaman yang benar tentang berbagai isu yang sedang berkembang,” ungkap Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Poso, Hj. Betsi Kabilaha.

banner

Komentar