Da’i Polri dan Pengurus Masjid Muhajirin Bersatu Tolak Paham Radikal dan Intoleran di Poso

-News-
oleh

– Dalam upaya mencegah masuknya paham dan di wilayah Poso, Tim Da'i gencar melaksanakan kegiatan silaturahmi dan sambang ke berbagai masjid. Kali ini, Tim Da'i Polri mengunjungi Masjid Muhajirin di Jalan Umansoli, Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso, Senin (15/7/).

Tim Da'i Polri yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi disambut hangat oleh pengurus dan jamaah Masjid Muhajirin. Dalam silaturahmi tersebut, Tim Da'i Polri menyampaikan pesan-pesan penting terkait menjaga dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas),

Baca Juga:  Operasi Madago Raya Resmi Berakhir, Kapolda Sulteng Pastikan Stabilitas Keamanan Tetap Terjaga

Selain itu, tim Da'i Polri juga mengajak pengurus dan jamaah masjid untuk bersama-sama menolak paham radikal, separatis, dan kelompok intoleran yang dapat mengganggu kondusifitas wilayah.

“Kami mengajak kepada seluruh pengurus dan jamaah Masjid Muhajirin untuk bersama-sama menjaga Sitkamtibmas agar tetap dan kondusif. Mari kita bangun bersama untuk menolak paham radikal, separatis, dan kelompok intoleran yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Ipda Ilham Sriwan.

Baca Juga:  Pendekatan Humanis Satgas Madago Raya Berbuah Hasil, 87 Butir Amunisi Diserahkan Warga

Pesan-pesan dari tim Da'i Polri disambut baik oleh pengurus dan jamaah Masjid Muhajirin. Mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu Polri dalam mewujudkan Sitkamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Poso.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan tim Da'i Polri dan pesan-pesan yang disampaikan, Kami siap membantu Polri dalam menjaga keamanan dan menolak paham-paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” ujar salah satu pengurus masjid.

Baca Juga:   Jalin Ukhuwah, Dai Polri Bagikan Al Quran Siswi SMA Al Wahdah Islamiyah Poso

Kegiatan silaturahmi dan sambang oleh tim Da'i Polri ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya paham radikal dan intoleran, serta memperkuat antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Poso.

banner

Komentar