Da’i Polri dan Pengurus Masjid Muhajirin Bersatu Tolak Paham Radikal dan Intoleran di Poso

-News-
oleh

Palu Nesia – Dalam upaya mencegah masuknya dan di wilayah Kabupaten Poso, Tim Da’i Polri gencar melaksanakan kegiatan silaturahmi dan sambang ke berbagai masjid. Kali ini, Tim Da’i Polri mengunjungi Masjid Muhajirin di Jalan Umansoli, Kelurahan Lawanga, Kecamatan Kota Utara, Kabupaten Poso, Senin (15/7/2024).

Tim Da’i Polri yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi disambut hangat oleh pengurus dan jamaah Masjid Muhajirin. Dalam silaturahmi tersebut, Tim Da’i Polri menyampaikan pesan-pesan penting terkait menjaga dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas),

Baca Juga:  Langkah Positif untuk Warga Binaan di Poso, Pembuatan SIM Sebagai Bagian dari Reintegrasi Sosial

Selain itu, tim Da’i Polri juga mengajak pengurus dan jamaah masjid untuk bersama-sama menolak paham radikal, separatis, dan kelompok yang dapat mengganggu kondusifitas wilayah.

“Kami mengajak kepada seluruh pengurus dan jamaah Masjid Muhajirin untuk bersama-sama menjaga Sitkamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Mari kita bangun komitmen bersama untuk menolak paham radikal, separatis, dan kelompok yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Ipda Ilham Sriwan.

Baca Juga:  Momen Humanis, Kaops Madago Raya Berbagi Kebahagiaan dengan Anak TPA di Dusun Tamanjeka

Pesan-pesan dari tim Da’i Polri disambut baik oleh pengurus dan jamaah Masjid Muhajirin. Mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu Polri dalam mewujudkan Sitkamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Poso.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan tim Da’i Polri dan pesan-pesan yang disampaikan, Kami siap membantu Polri dalam menjaga dan menolak paham-paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” ujar salah satu pengurus masjid.

Baca Juga:  10 Sasaran Prioritas Akan Ditindak Selama Operasi Zebra Tinombala 2024

Kegiatan silaturahmi dan sambang oleh tim Da’i Polri ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan intoleran, serta memperkuat antara Polri dan masyarakat dalam menjaga dan ketertiban di wilayah Kabupaten Poso.

banner

Komentar