Dai Polri Gandeng Tokoh Masyarakat Parigi Moutong Lawan Radikalisme

-News, Uncategorized-
oleh

Palu Nesia – Tim Da’i Polri Ops Madago Raya kembali melaksanakan kegiatan Sambang dan Silaturahmi dengan Tokoh Bpk Ismail K di Kelurahan Kampal Kecamatan Parigi, Parigi Moutong, Sabtu (29/6/2024).

Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan mengajak peran aktif para tokoh dalam menangkal masuknya paham dan intoleransi di wilayah tersebut.

Tim Da’i Polri terdiri dari Aiptu Irwan, Aiptu Erwin L, Aiptu Zulham, dan Aiptu Arwin Abubakar menyampaikan pesan kamtibmas, diantaranya:

Baca Juga:  Eddy Djunaedi Mahyuddin Siap Maju Sebagai Ketua AJI Palu 2023-2027

Pertama, Tim Da’i Polri mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh wanita untuk bersinergi dengan Polri dalam menangkal masuknya paham dan intoleransi di wilayah Kecamatan Parigi.

Kedua, diimbau untuk tetap menjaga persaudaraan, persatuan dan kesatuan, serta kerukunan antar sesama.

Ketiga, Orang tua dan tokoh perlu berperan aktif dalam menjaga generasi muda dari pengaruh paham-paham yang menyesatkan, salah satunya dengan mengaktifkan peran remaja masjid.

Baca Juga:  Rohaniawan Polri Sambangi Tokoh Adat Badjro, Ajak Tangkal Radikalisme di Parigi Moutong

Tokoh masyarakat, Bpk. Ismail menyambut antusaias dan menyampaikan terima kasih kepada Tim Da’i Polri Ops Madago Raya atas kunjungan dan silaturahminya. Ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung pihak Polri dalam menangkal paham dan intoleransi di wilayahnya.

“Kami siap mendukung pihak Polri dalam menangkal paham dan intoleransi di wilayah Parigi Moutong,” ucapnya.

Terpisah, Kasubsatgas Humas Operasi Madago Raya, AKP Basirun Laele, mengatakan kegiatan Sambang dan Silaturahmi ini merupakan bagian dari strategi preemtif Polri dalam mencegah masuknya paham radikalisme dan intoleransi di wilayah Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Didampingi Wairwasum Polri dan Danrem 132 kunjungi Pospam Ops Lilin

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat lebih memahami bahaya paham radikalisme dan intoleransi dan dapat membantu Polri dalam mencegah penyebarannya,” ujarnya.

Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga Kamtibmas. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini, tukasnya.

banner

Komentar