Edukasi Kamtibmas, Kapolsek Poso Selatan Ingatkan Pelajar Bahaya Intoleransi

-Uncategorized-
oleh

Palu Nesia – Dalam upaya menciptakan generasi muda yang tangguh dan bebas dari pengaruh , Madago Raya menggelar kegiatan penyuluhan di SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, Desa Patiwunga, Kabupaten Poso, Sabtu (5/7/).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Selatan IPTU Arkam AR yang memberikan edukasi kepada siswa-siswi baru terkait berbagai isu krusial, termasuk bahaya narkoba, obat-obatan terlarang, dan minuman keras.

Baca Juga:  Upacara Tabur Bunga dan Bhakti Sosial Warnai Semarak Hari Bhayangkara ke-78 di Poso

IPTU Arkam menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjauhi perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba dan tawuran. Ia mengajak seluruh siswa untuk lebih fokus pada pendidikan, mengembangkan kreativitas, dan mengejar prestasi demi masa depan yang lebih cerah.

Tak hanya itu, dalam materinya juga menyinggung bahaya ajaran intoleran serta yang kerap menyasar muda. Menurutnya, pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama bisa menjerumuskan seseorang ke dalam sikap ekstrem dan tindakan kekerasan.

Baca Juga:  Tausyiah Hikmah Maulid Nabi, Dai Kamtibmas Polri: Rasulullah Sebagai Contoh Teladan

“Jangan mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyesatkan. Mari kita perkuat pemahaman kebangsaan dan nilai-nilai persatuan demi menjaga keutuhan NKRI,” ujar IPTU Arkam dalam penyuluhan tersebut.

Kapolsek juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik sebagai bagian dari tanggung jawab moral sebagai pelajar. Menurutnya, sikap disiplin dan hormat kepada guru menjadi landasan utama dalam membentuk karakter generasi unggul.

Baca Juga:  Ketua FKUB Poso Apresiasi kepada Polda Sulteng Dalam Menjaga Situasi Kamtibmas

Ia juga mengajak para siswa untuk berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, dengan menanamkan semangat nasionalisme dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan antusias dari pihak sekolah dan para siswa. Diharapkan, penyuluhan semacam ini bisa menjadi agenda rutin guna membentengi pelajar dari berbagai ancaman sosial dan ideologi yang menyimpang.

banner

Komentar