Sambang Silaturahmi di Poso, Komitmen Tolak Radikalisme dan Intoleransi

-News, Religi-
oleh

Palu Nesia – Tim Da'i Polri Satgas II Preemtif menggelar sambang dengan pengurus Birrul Walidain dalam rangka mencegah masuknya paham dan di wilayah Kabupaten Poso.

Kegiatan ini dipimpin oleh Tim Da'i Polri yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi, dilaksanakan pada Minggu (19/1/2025) di Masjid Birrul Walidain, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bonesompe, Kecamatan Poso Kota Utara, Kabupaten Poso.

Baca Juga:  Cegah Tempat Pelatihan Terorisme, Satgas Madago Raya Intensif Patroli Hutan dan Pegunungan di Poso

Dalam kesempatan tersebut, Polri bersilaturahmi langsung dengan Kamaruddin selaku pengurus masjid, untuk mengajak kerja sama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat () di wilayah Kabupaten Poso.

Melalui silaturahmi tersebut, tim Da'i Polri mengajak Kamaruddin dan pihak pengurus masjid untuk bersama-sama membangun dalam menanggulangi paham radikal, separatis, dan kelompok intoleran yang berpotensi mengganggu stabilitas wilayah Poso.

Baca Juga:  Ketua Koptap Amanah Buol Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu 2024

“Mari bersama kita menolak paham radikal, separatis, dan kelompok intoleran yang berpotensi mengganggu di wilayah Poso,” ujar Ipda Ilham Sriwan.

Tim juga menekankan pentingnya peran dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh toleransi.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh toleransi. Pentingnya dukungan serta peran dari masyarakat dan para tokoh,” terangnya.

Baca Juga:  Dakwah Menyejukkan, Da'i Polri Gaungkan Pesan Taqwa dan Persatuan di Masjid Nurussalam Poso

Pengurus Masjid Birrul Walidain, Kamaruddin menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada Tim Da'i Polri atas perhatian dan kerjasamanya. Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung Polri dalam upaya menjaga sitkamtibmas di Kabupaten Poso agar tetap aman dan kondusif.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan kedamaian dan mencegah berkembangnya paham yang dapat merusak kerukunan antar umat beragama di wilayah Poso.

banner

Komentar