Jadi Narasumber Podcast Presisi, Ipda Ikbal Bicara Amanah Perwira dan Tantangan Polri di Era Digital

-News-
oleh

PALU NESIA – Menjadi perwira membawa konsekuensi besar untuk mampu menjadi teladan, pengayom, sekaligus pelayan bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Angkatan SIP 55 Polda Sulawesi Tengah, Ipda Muhammad Ikbal, dalam Podcast Presisi , Rabu (8/7/2026).

Dalam talkshow bertajuk “Jaga Amanah Polri, Siap Memberikan Pengabdian Terbaik Bagi Masyarakat” tersebut, Ipda Ikbal berbagi pandangan mengenai makna kepemimpinan, , serta komitmen para perwira muda dalam menjalankan tugas pengabdian. Talkshow itu dipandu oleh Bripka Muzdalifah sebagai host.

Ipda Muhammad Ikbal menyebut, keberhasilan menyandang pangkat perwira bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Menurutnya, pangkat merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui sikap, perilaku, dan pelayanan nyata kepada masyarakat.

Baca Juga:  Dai Polri Ajak Tokoh Agama Jaga Kondusifitas Wilayah Pasca PSU di Parigi Moutong

“Menjadi perwira bukan hanya tentang pangkat yang melekat di pundak. Pangkat adalah titipan dari Allah SWT, institusi, dan masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalankan tanggung jawab dan memberikan pengabdian terbaik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, proses di Lemdiklat Polri mengikuti Inspektur (SIP) menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan. 

“Selama menjalani pendidikan, para didik dibentuk melalui kedisiplinan, kebersamaan, serta latihan menghadapi berbagai tantangan sebagai calon pemimpin di lapangan,” jelasnya.

Ketua SIP 55 Polda Sulteng itu menuturkan, kekompakan antar anggota angkatan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas ke depan. Dengan semangat “Satu Rasa, Satu Tujuan”, seluruh personel SIP 55 berkomitmen menjaga komunikasi, saling mendukung, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Baca Juga:  Dukung Kampung Moderasi Beragama di Parimo, Kasatgas II Preemtif: Sebagai Inspirasi Secara Nasional

Ia juga mengingatkan bahwa perwira muda Polri menghadapi tantangan besar di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin cepat memberikan penilaian terhadap kinerja aparat, sehingga setiap personel harus mampu menjaga sikap dan integritas dalam setiap situasi.

“Integritas tidak hanya terlihat ketika ada yang mengawasi. Seorang perwira harus tetap melakukan hal yang benar kapan pun dan di mana pun. Kuncinya adalah iman, komitmen, dan konsistensi,” katanya.

Lebih lanjut, Ipda Ikbal menegaskan nilai melindungi, mengayomi, dan melayani harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Perwira Polri harus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi, mendengar keluhan, serta memberikan solusi dengan pendekatan humanis.

Baca Juga:  Disersi Dominasi PTDH Personel Polda Sulteng Tahun 2024, Lima Diantaranya Kasus Bahugel

Ia berharap SIP 55 Polda Sulteng dapat menjadi angkatan yang membawa perubahan positif dengan mengedepankan profesionalisme, pola pikir modern, dan kepedulian terhadap masyarakat. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kemampuan memberi perintah, tetapi juga dari kemampuan mendengar dan menjadi contoh teladan bagi anggota.

“Pemimpin yang baik adalah yang mau turun langsung, mendengar, dan memberikan teladan. Dengan dukungan masyarakat, bersama-sama kita menjaga Sulawesi Tengah agar tetap aman, , dan maju,” pungkasnya.

banner

Komentar