Cegah Sejak Dini, Polda Sulteng Edukasi Ciri-Ciri Paham Radikalisme dan Intoleransi 

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

PALU NESIA – Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) terus menggencarkan upaya pencegahan tumbuh kembang paham dan intoleransi di tengah masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk imbauan sekaligus kepada warga agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Melalui berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan, Polda Sulteng menyasar kelompok masyarakat yang dinilai rentan terpapar paham radikal, seperti generasi muda, pelajar, serta komunitas di wilayah terpencil. Edukasi dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial guna menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Baca Juga:  Kapolsek Bungku Utara Terjun Langsung Bagikan Ratusan Lembar Pakaian kepada Anak Suku Wana

Kabidhumas Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas Kompol Reky P.H. Moniung dalam keterangannya Jumat (27/3/2026) menegaskan, bahwa kerap berkembang secara terselubung, memanfaatkan isu sosial, ekonomi, hingga keagamaan untuk mempengaruhi pola pikir masyarakat. Oleh karena itu, kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam mencegah penyebarannya sejak dini.

Ia menjelaskan, ciri-ciri paham antara lain sikap terhadap perbedaan, mudah mengkafirkan pihak lain, serta menolak ideologi negara. Jika tidak diantisipasi, paham tersebut berpotensi memicu konflik sosial dan mengganggu daerah.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Ingatkan Netralitas Polri Jelang Pilkada 2024 di Polres Banggai

Dalam upaya pencegahan, Polda Sulteng juga menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan untuk bersama-sama memberikan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan keberagaman. ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari pengaruh negatif.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam menerima informasi, khususnya dari media digital. Penyebaran hoaks dan konten provokatif seringkali menjadi pintu masuk berkembangnya paham radikal, sehingga literasi digital menjadi hal yang sangat penting di era saat ini.

Baca Juga:  Patroli Kamtibmas, Satgas Madago Raya Sambangi Eks Napiter di Dua Wilayah

Polda Sulteng juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi penyebaran paham di lingkungan sekitar. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti secara profesional dengan mengedepankan pendekatan humanis dan preventif.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Mari bersama kita cegah penyebaran paham dan intoleransi demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.

banner

Komentar