Satgas Madago Raya Intensifkan Edukasi Anti-Radikalisme ke Pihak Sekolah di Torue

-News, Pendidikan-
oleh

PALU NESIA – Upaya memperkuat di lingkungan pendidikan kembali dilakukan Satgas Madago Raya. Melalui Satgas II Preemtif, tim Polri menyambangi SMAN 1 Torue, Kecamatan Torue, Sabtu (23/11/2025), untuk berdiskusi langsung dengan pihak terkait pencegahan paham radikalisme di kalangan pelajar.

Dalam kegiatan sambang tersebut, tiga personel Satgas, yakni Aiptu Irwan, Aiptu Zulham, dan Aiptu Arwin Abubakar. Mereka diterima kepala bersama dewan guru untuk membangun koordinasi terkait langkah-langkah pembinaan siswa.

Baca Juga:  3 Tahun Pengabdian, Perwira SIP 49 Polda Sulteng Beri Bantuan Sumur Bor Serta Buku Warga Binangga

Polri, Apitu Irwan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan sinergi Polri dengan lembaga pendidikan. Tujuannya, memastikan lingkungan tetap aman dari pengaruh paham radikal dan intoleran yang belakangan menyasar generasi muda.

Ia juga mengingatkan bahwa para pelajar menjadi target yang mudah bagi penyebar ideologi menyimpang. Karena itu, pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan dinilai penting untuk mencegah siswa terpapar ajaran yang berbahaya.

Baca Juga:  Peduli Sesama, Perwira SIP 53.1 LSP Polda Sulteng Bagikan Ratusan Takjil kepada Masyarakat

Dalam dialog tersebut, pihak diajak memperkuat kerja sama dengan Polri untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila serta moderasi beragama. Satgas menilai keterlibatan guru menjadi kunci utama mencegah penyebaran paham radikalisme.

Selain memberikan imbauan, juga membuka ruang komunikasi dua arah dengan pihak sekolah. Mereka memastikan siap membantu apabila ditemukan indikasi penyebaran paham intoleran di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Jelang Hari Bhayangkara, Tokoh Deradikalisasi Imran Labuan Puji Peran Polri di Tengah Masyarakat

Respon positif diberikan pihak SMAN 1 Torue. Wakasek Kesiswaan, Amiruddin Bin Asse, M.Pd, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan pendampingan dari tim Polri Ops Madago Raya.

Ia menegaskan bahwa pihak mendukung penuh langkah Polri dalam menjaga dunia pendidikan tetap bebas dari paham yang menyesatkan.

“Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang kuat dan memiliki ketahanan ideologi di tengah perkembangan informasi yang semakin terbuka,” pungkasnya.

banner

Komentar