Satgas Madago Raya Intensifkan Edukasi Anti-Radikalisme ke Pihak Sekolah di Torue

-News, Pendidikan-
oleh

PALU NESIA – Upaya memperkuat di lingkungan pendidikan kembali dilakukan Satgas Madago Raya. Melalui Satgas II Preemtif, tim menyambangi SMAN 1 Torue, Kecamatan Torue, Sabtu (23/11/2025), untuk berdiskusi langsung dengan pihak sekolah terkait pencegahan paham radikalisme di kalangan pelajar.

Dalam kegiatan sambang tersebut, tiga personel Satgas, yakni Aiptu Irwan, Aiptu Zulham, dan Aiptu Arwin Abubakar. Mereka diterima kepala sekolah bersama dewan guru untuk membangun koordinasi terkait langkah-langkah pembinaan siswa.

Baca Juga:  Kolaborasi Polri dan Tokoh Masyarakat Tangkal Radikalisme di Parigi

Dai Kamtibmas Polri, Apitu Irwan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan dengan lembaga pendidikan. Tujuannya, memastikan lingkungan sekolah tetap dari pengaruh paham radikal dan intoleran yang belakangan menyasar generasi muda.

Ia juga mengingatkan bahwa para pelajar menjadi target yang mudah bagi penyebar ideologi menyimpang. Karena itu, pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan dinilai penting untuk mencegah terpapar ajaran yang berbahaya.

Baca Juga:  Jalin Keakraban, Satgas Madago Raya Intensif Sambangi Warga di Wilayah Operasi

Dalam dialog tersebut, pihak sekolah diajak memperkuat kerja sama dengan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila serta moderasi beragama. Satgas menilai keterlibatan guru menjadi kunci utama mencegah penyebaran paham radikalisme.

Selain memberikan imbauan, Dai Kamtibmas juga membuka ruang komunikasi dua arah dengan pihak sekolah. Mereka memastikan siap membantu apabila ditemukan indikasi penyebaran paham intoleran di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  1,7 Ton Narkoba Disita, Bukti Negara Hadir Perangi Sindikat Internasional

Respon positif diberikan pihak SMAN 1 Torue. Wakasek Kesiswaan, Amiruddin Bin Asse, M.Pd, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan pendampingan dari tim Ops Madago Raya.

Ia menegaskan bahwa pihak sekolah mendukung penuh langkah Polri dalam menjaga pendidikan tetap bebas dari paham yang menyesatkan.

“ ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang kuat dan memiliki ketahanan ideologi di tengah perkembangan informasi yang semakin terbuka,” pungkasnya.

banner

Komentar