Penguatan Moderasi Beragama Jadi Upaya Satgas Madago Raya Jaga Kamtibmas di Poso

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

NESIA – Upaya menjaga kerukunan dan memperkuat semangat kebangsaan di wilayah operasi kembali dilakukan Operasi . Melalui kegiatan penguatan , Satgas menyasar desa percontohan Kampung Moderasi Beragama di Kabupaten Poso sebagai langkah strategis mencegah tumbuhnya dan intoleransi.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel, Jalan Pulau Seram, Kecamatan Poso , pada Sabtu (15/11/2025). Acara dipimpin Kasatgas II Preemtif AKBP Moh. Taufik, SH, dan dihadiri personel Satgas II Preemtif serta para Da'i Kamtibmas Polri. Hadir pula Ketua , Prof Dr KH Zainal Abidin, M.Ag, sebagai narasumber utama.

Baca Juga:  Angka Kejahatan Naik 3,47%, Polda Sulteng Berhasil Tangani 6.206 Kasus pada 2024

Dalam sambutannya, Kasatgas II Preemtif AKBP Taufik menyampaikan, bahwa kegiatan penguatan moderasi beragama merupakan terobosan inovatif Satgas II Preemtif Ops Madago Raya.

“Program ini menjadi bagian penting dalam pemeliharaan kamtibmas serta langkah preemtif untuk menekan penyebaran paham radikalisme di wilayah operasi khususnya kabupaten Poso,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penunjukan desa percontohan sebagai Kampung Moderasi Beragama didasarkan pada kemajemukan masyarakat Poso. Menurutnya, pluralitas masyarakat merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi contoh nasional tentang bagaimana dapat dikelola untuk menciptakan perdamaian dan solidaritas.

Baca Juga:  Peringati HKGB ke-73, Kapolda Sulteng Ajak Bhayangkari Terus Berkarya Dukung Polri Presisi

AKBP Moh Taufik juga meminta seluruh lintas agama untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa moderasi beragama harus mengacu pada empat pilar penting, yakni wawasan kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta akomodatif terhadap budaya lokal sebagai pedoman kehidupan sosial.

Pada sesi materi, Prof Dr KH Zainal Abidin, M.Ag, menyampaikan paparan bertema “Moderasi Beragama sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa.” Ia menegaskan bahwa moderasi beragama adalah kunci menghadapi ancaman ekstremisme yang dapat memecah belah masyarakat bila tidak diantisipasi sejak dini.

Baca Juga:  Imam Masjid dan Pegawai Syara' di Touna Dibekali Pengetahuan untuk Menangkal Radikalisme

Di akhir kegiatan, peserta yang merupakan tokoh lintas agama menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satgas II Preemtif Ops Madago Raya. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi memperkuat harmoni sosial dan menjaga Poso tetap aman dan kondusif.

banner

Komentar