Dai Kamtibmas Polri Ajak Generasi Muda Poso Jadi Pelopor Toleransi dan Cinta NKRI

-News, Pendidikan-
oleh

PALU NESIA – Dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal dan di kalangan generasi muda, II Preemtif Operasi Madago Raya melalui Tim Da'i Kamtibmas Polri menggelar kegiatan di SMA Negeri 1 Poso, Kamis (13/11/).

Kegiatan ini diikuti ratusan yang antusias mendengarkan materi yang disampaikan para . Penyuluhan tersebut dipimpin oleh Ipda Ilham Sriwan bersama dua anggota tim, Aiptu Ridwan dan Aipda Sofyan Al Liosi.

Kegiatan berjalan interaktif, di mana para pelajar diajak berdiskusi dan memahami pentingnya menjaga persatuan serta menolak segala bentuk ajaran yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Baca Juga:  Imam Masjid dan Pegawai Syara' di Touna Dibekali Pengetahuan untuk Menangkal Radikalisme

Dalam sesi pertama, Tim Da'i Polri menyampaikan materi Latihan Dasar Kepemimpinan untuk menumbuhkan jiwa tanggung jawab dan disiplin di kalangan siswa. Para pelajar juga dibekali wawasan tentang bagaimana menjadi pemimpin yang berintegritas dan mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sesi berikutnya membahas bahaya narkoba, pergaulan bebas, perjudian online, serta paham radikalisme dan intoleransi. Tim Da'i Polri menegaskan bahwa ancaman tersebut dapat merusak masa depan generasi muda dan mengganggu stabilitas keamanan bangsa. Para siswa diingatkan untuk bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terpapar informasi yang menyesatkan.

Baca Juga:  2 Terduga Teroris di Palu dan Semarang Ditangkap Densus 88 Antiteror

Selain itu, materi tentang dan cinta tanah air menjadi penutup kegiatan penyuluhan. Tim Da'i Polri menekankan pentingnya rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap Indonesia, yang harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai dan menjaga antarumat beragama.

Kepala SMA Negeri 1 Poso, Hermanto, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi atas kegiatan yang dilakukan Tim Da'i Polri. Ia menilai penyuluhan tersebut sangat bermanfaat bagi pelajar dalam membentengi diri dari pengaruh yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga:  Catut Nama Wakapolda! Polda Sulteng Bantah Isu Pembekingan PETI di Parigi Moutong

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Satgas Madago Raya yang telah memberikan pencerahan kepada siswa kami. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini,” ujar Hermanto.

Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya Operasi Madago Raya untuk memperkuat pendekatan humanis dan edukatif di wilayah Poso. Melalui kegiatan seperti ini, Polri berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, , serta bebas dari paham radikalisme dan intoleran.

banner

Komentar