Satgas Madago Raya Dorong Desa Masari Jadi Teladan Moderasi Beragama di Parimo

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Nesia – Upaya memperkuat semangat toleransi dan mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi terus digencarkan Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya di wilayah operasi.

Melalui kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dalam Bingkai NKRI, Satgas Madago Raya mengajak masyarakat Desa Masari, Kecamatan , Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menjadi contoh nyata kehidupan beragama yang rukun dan harmonis.

Kegiatan yang digelar Kamis (16/10/2025) di Balai Desa Masari ini dihadiri oleh Kasatgas II Preemtif Ops Madago Raya AKBP Moh. Taufik, S.H., melalui Ka Posko Satgas II Preemtif Kompol Mat Syukri, S.Sos. Hadir pula personel Satgas, Da'i Kamtibmas , dan para dari berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga:  Kapolri Sebut 30.878 Personel Polri Bertahap akan Dipindahkan ke IKN

Dalam sambutannya, Madago Raya Kombes Pol. Heni Agus Sunandar, S.I.K.,M.H., yang dibacakan Ka Posko Satgas II Preemtif, Kompol Mat Syukri menekankan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut kegiatan ini menjadi upaya langkah strategis untuk menjaga keamanan dan membentengi masyarakat dari paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Kompol Mat Syukri menjelaskan, penguatan moderasi beragama merupakan program inovatif yang dijalankan Satgas Madago Raya tahap IV tahun 2025. Tujuannya adalah membangun karakter masyarakat yang toleran, , dan menghargai perbedaan.

“Desa Masari dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki keragaman sosial yang tinggi. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat hidup berdampingan secara damai, menjadi contoh bagi wilayah lain di Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Siagakan 2.624 Personel, Polda Sulteng Siapkan 76 Pos Pengamanan di Seluruh Wilayah

Dua narasumber turut memberikan pencerahan dalam kegiatan ini. Ketua Provinsi Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menyampaikan materi bertema “Moderasi Beragama sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa.”

Ia menekankan bahwa moderasi beragama bukan hanya soal memahami perbedaan, tetapi juga bagaimana menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, sikap adil, toleran, dan menghargai keyakinan orang lain adalah kunci utama menciptakan kehidupan berbangsa yang damai.

Sementara itu, Ustadz Drs. H. Mappeasse, M.M, yang juga Wakil Ketua MUI Kabupaten Parigi Moutong, membawakan materi bertema “Moderasi Beragama dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.”

Baca Juga:  Pererat Sinergi, Satgas Madago Raya Silaturahmi ke Tokoh Masyarakat Poso Pesisir Utara

Dalam paparannya, ia mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan sejak dini. Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga sebagai dasar mempererat hubungan antarumat beragama, agar tidak mudah terpecah oleh isu intoleransi dan radikalisme.

Para kegiatan antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka menilai kegiatan ini bermanfaat dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan.

Di akhir kegiatan, para tokoh menyampaikan apresiasi kepada Satgas II Preemtif Ops Madago Raya. Mereka berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkesinambungan agar semangat moderasi beragama semakin mengakar di masyarakat.

banner

Komentar