Satgas Madago Raya Dorong Desa Masari Jadi Teladan Moderasi Beragama di Parimo

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Upaya memperkuat semangat toleransi dan mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi terus digencarkan Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya di wilayah operasi.

Melalui kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dalam Bingkai , mengajak masyarakat Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Parigi Moutong (Parimo), menjadi contoh nyata kehidupan beragama yang rukun dan harmonis.

Kegiatan yang digelar Kamis (16/10/2025) di Balai Desa Masari ini dihadiri oleh Kasatgas II Preemtif Ops Madago Raya AKBP Moh. Taufik, S.H., melalui Ka Satgas II Preemtif Kompol Mat Syukri, S.Sos. Hadir pula personel Satgas, Da'i Kamtibmas Polri, dan para lintas agama dari berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga:  5 Partai Politik di Sulawesi Tengah Berhak Usung Calon Secara Mandiri

Dalam sambutannya, Madago Raya Kombes Pol. Heni Agus Sunandar, S.I.K.,M.H., yang dibacakan Ka Posko Satgas II Preemtif, Kompol Mat Syukri menekankan pentingnya menanamkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebut kegiatan ini menjadi upaya langkah strategis untuk menjaga keamanan dan membentengi masyarakat dari paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Kompol Mat Syukri menjelaskan, penguatan moderasi beragama merupakan program inovatif yang dijalankan Satgas Madago Raya tahun 2025. Tujuannya adalah membangun karakter masyarakat yang toleran, cinta damai, dan menghargai .

“Desa Masari dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki keragaman sosial yang tinggi. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat hidup berdampingan secara damai, menjadi contoh bagi wilayah lain di Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Baca Juga:  128 Bangunan Hangus, Tim Inafis Polres Banggai Selidiki Penyebab Kebakaran

Dua narasumber turut memberikan pencerahan dalam kegiatan ini. FKUB Provinsi Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menyampaikan materi bertema “Moderasi Beragama sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa.”

Ia menekankan bahwa moderasi beragama bukan hanya soal memahami perbedaan, tetapi juga bagaimana menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, sikap adil, toleran, dan menghargai keyakinan orang lain adalah kunci utama menciptakan kehidupan berbangsa yang damai.

Sementara itu, Ustadz Drs. H. Mappeasse, M.M, yang juga Wakil Ketua MUI Kabupaten Parigi Moutong, membawakan materi bertema “Moderasi Beragama dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.”

Baca Juga:  Polda Sulteng Gelar Seleksi Walpri Calon Kepala Daerah Pilkada 2024

Dalam paparannya, ia mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan sejak dini. Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga sebagai dasar mempererat hubungan antarumat beragama, agar tidak mudah terpecah oleh isu intoleransi dan radikalisme.

Para peserta kegiatan antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka menilai kegiatan ini bermanfaat dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan.

Di akhir kegiatan, para tokoh lintas agama menyampaikan apresiasi kepada Satgas II Preemtif Ops Madago Raya. Mereka berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkesinambungan agar semangat moderasi beragama semakin mengakar di masyarakat.

banner

Komentar