Satgas Madago Raya  Serahkan Bantuan Pupuk Pertanian kepada Eks Napiter di Poso

-News-
oleh

– Upaya deradikalisasi terhadap mantan narapidana terus dijalankan II Preemtif Operasi di Kabupaten Poso. Tim kembali melakukan pendekatan persuasif dengan mendatangi warga binaan di Desa Masani, Dusun Tamanjeka, Kecamatan , Kamis (17/9/2025).

Kapolsek Poso Pesisir AKP Risdiyanto memimpin langsung kegiatan tersebut, dengan memberikan bantuan berupa . Ia menemui Imran alias Imron, seorang eks yang pernah terlibat terorisme pada 2014 silam. Setelah bebas, Imran memilih hidup tenang dengan bertani kopi di kampungnya.

Baca Juga:  Jaga Stabilitas Keamanan, Satgas Madago Raya Intensifkan Razia Kendaraan di Poso

Kepada petugas, Imran menegaskan komitmennya untuk tidak kembali ke jalan kekerasan. Ia berjanji mendukung penuh program Satgas Madago Raya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Poso Pesisir.

“Kalau ada penyebaran paham radikalisme atau ajaran yang menentang Pancasila, saya siap melaporkannya. Saya ingin kampung ini aman,” tutur Imran.

Selain berbicara soal bahaya radikalisme, Imran juga menyampaikan kegelisahannya terkait kenakalan remaja dan maraknya penyalahgunaan di lingkungannya. 

Baca Juga:  Libatkan 256 Personel Gabungan, Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV

Menurutnya, masalah tersebut berpotensi memicu keterlibatan anak muda dalam aksi radikalisme maupun tindak kriminal lain jika tidak segera ditangani.

Imran menyampaikan kepada Satgas Operasi Madago Raya yang rutin hadir dan membangun komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, kedekatan aparat dengan warga adalah kunci mencegah pengaruh buruk masuk ke wilayah Poso Pesisir.

AKP Risdiyanto mengatakan, kegiatan sambang ini bertujuan untuk memastikan aktivitas warga binaan eks napiter berjalan normal, sekaligus mengumpulkan informasi dari masyarakat terkait potensi gangguan kamtibmas.

Baca Juga:  9 Terduga Teroris Kelompok Jamaah Islamiyah Ditangkap Densus 88

“Langkah ini penting agar kami bisa mengambil tindakan lebih cepat jika ada gejala penyebaran paham radikal,” ujarnya.

Ia menambahkan, deradikalisasi menjadi bagian penting dari Operasi Madago Raya dalam menjaga stabilitas keamaan wilayah operasi khususnya Kabupaten Poso. 

“Kami ingin mengajak eks napiter kembali sepenuhnya hidup normal di tengah masyarakat, sekaligus menjadi agen perdamaian di lingkungannya,” pungkasnya.

banner

Komentar