Rohaniawan Kamtibmas Polri Ajak Generasi Muda Rawat Kerukunan Antar Umat Bergama di Poso

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

– Operasi Madago Raya kembali melakukan langkah pencegahan radikalisme dengan menggandeng generasi muda. Pada Senin (29/9/), , Aiptu Halput Tarusu, S.Th, menggelar tatap muka bersama remaja Kristen Tengah (GKST) di Baruga Desa Bategencu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso.

Dalam pertemuan tersebut, Aiptu Halput menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini tentang bahaya radikalisme. Ia mengingatkan bahwa ideologi kekerasan dapat merusak tatanan sosial, bahkan memicu konflik di tengah masyarakat jika tidak dicegah sejak awal.

Baca Juga:  Komunitas Offroader Terus Tunjukan Aksi Sosial Jelang Hari Bhayangkara di Sulteng

“Generasi muda memiliki peran besar menjaga persatuan. Dengan memahami bahaya radikalisme, kita dapat mencegah penyebaran paham yang mengancam kebersamaan,” kata Aiptu Halput di hadapan .

Selain menyoroti isu radikalisme, ia juga mengajak remaja GKST untuk menghidupkan nilai antarumat beragama. Menurutnya, sikap saling menghormati dan adalah modal penting dalam mewujudkan Poso yang damai dan harmonis.

Baca Juga:  Polda Sulteng Ikuti Dialog Publik Menjaga Stabilitas Sosial Pasca Pemilukada 2024

Ia menegaskan bahwa kehidupan beragama yang penuh kasih dan penghargaan terhadap perbedaan sejalan dengan ajaran iman Kristen maupun nilai kebangsaan.

“Toleransi bukan hanya wacana, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan keseharian,” tambahnya.

Kegiatan tatap muka tersebut mendapat dukungan dari Pendeta GKST, Pdt. Aluria Montolu, S.Th, serta pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas Aipda Syamsul yang turut hadir mendampingi. Mereka menilai pembinaan generasi muda lewat edukasi rohani dan sosial sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Baca Juga:  Ditpolairud Polda Sulteng Gelar Bersih Pantai dan Tanam Mangrove Sambut Hut Polairud ke-73

Pdt. Aluria menekankan bahwa kolaborasi antara gereja, aparat , dan pemerintah desa menjadi contoh nyata upaya bersama menjaga Poso dari potensi perpecahan.

“Remaja harus menjadi agen perdamaian di lingkungannya,” ujarnya.

Satgas Madago Raya berharap semangat toleransi yang ditanamkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak radikalisme di wilayah operasi khususnya Kabupaten Poso.

banner

Komentar