Tokoh Agama Poso Apresiasi Satgas Madago Raya dalam Upaya Menangkal Paham Radikalisme

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Nesia – Satgas II Preemtif melalui tim Da’i terus melakukan upaya pencegahan masuknya paham radikal di wilayah Kabupaten Poso. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada tokoh agama setempat.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (31/8/2025) di Kelurahan Lawanga, Kecamatan Poso Utara, Kabupaten Poso. Tim Da’i bersilaturahmi dengan Ustadz Ibrahim, salah satu tokoh agama berpengaruh di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa MI Tokorondo 

Adapun tim Da’i yang hadir yakni Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan,  dan Aipda Sofyan Al Liosi. Ketiganya datang untuk menjalin komunikasi, mempererat silaturahmi, serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Dalam kesempatan itu, tim Da’i mengajak tokoh agama untuk bersama-sama menjaga situasi dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) yang kini semakin kondusif. Mereka juga menekankan pentingnya sikap saling toleransi antarumat beragama maupun antar-pemeluk agama.

Baca Juga:  Penguatan Moderasi Beragama Jadi Upaya Satgas Madago Raya Jaga Kamtibmas di Poso

“Menjaga persaudaraan dan persatuan antarwarga sangat penting agar tercipta suasana aman dan damai, sekaligus mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran di Poso,” ujar Ipda Ilham Sriwan.

Tokoh Agama, Ustadz Ibrahim menyambut baik kedatangan tim Da’i Polri. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga di Poso.

Baca Juga:  Karo SDM Polda Sulteng Motivasi Pemain Jelang Hadapi DKI Jakarta di Kapolri Cup 2024

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya Polri khususnya Satgas dalam merawat situasi kondusif. 

“Kami siap bekerja sama dengan Polri untuk menjaga kamtibmas agar tetap aman,” kata Ibrahim.

Kegiatan sambang silaturahmi ini menjadi salah satu upaya dalam menjaga kamtibmas. Melalui pendekatan humanis, Polri berharap bersama-sama mencegah berkembangnya paham radikal di wilayah Poso.

banner

Komentar