Satgas Madago Raya Perkuat Sinergi dengan Warga Binaan di Tamanjeka

-News-
oleh

Palu Nesia – II Preemtif Operasi Madago Raya intensif melaksanakan kegiatan deradikalisasi untuk menetralisir situasi terkait keberadaan eks narapidana terorisme (napiter) dan simpatisan di wilayah Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso. Upaya ini dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Pada Jumat (8/8/2025), Kapolsek Iptu Risdiyanto bersama personel Madago Raya melaksanakan kegiatan sambang silaturahmi di Dusun Tamanjeka, Desa Masani. Mereka bertemu langsung dengan warga binaan eks napiter, Ali Sannang.

Baca Juga:  Polri-Kemenag Kompak Lawan Paham Radikalisme di Parigi Moutong

Ali Sannang merupakan warga Dusun Tamanjeka yang pernah terlibat kasus terorisme di wilayah pada tahun 2014. Setelah menjalani proses hukum, ia kembali menetap di kampung halamannya dan kini berprofesi sebagai petani kopi.

Dalam pertemuan tersebut, Ali Sannang menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya Operasi Madago Raya dalam memulihkan keamanan, menciptakan situasi kamtibmas kondusif, serta menangkal penyebaran paham radikalisme, anti-Pancasila, dan khilafatul muslimin.

Baca Juga:  Berkedok Agen Travel, 21 Pelaku Penipuan Investasi Trading Dibekuk Polda Sulteng

Ali Sannang juga berjanji akan melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi kegiatan mencurigakan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Madago Raya yang telah meluangkan waktu bersilaturahmi.

Ia menambahkan, selain bahaya radikalisme, ada persoalan lain yang patut menjadi perhatian aparat, yakni kenakalan dan penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, dua hal itu berpotensi menjadi pintu masuk paham radikalisme dan pelanggaran hukum lainnya jika tidak diantisipasi.

Baca Juga:  Hadiri Silaturahmi Membangun Negeri di Poso, Kapolda Sulteng Serukan Kebersamaan dan Tolak Radikalisme

Dalam kesempatan itu, Madago Raya turut mendorong peran serta warga binaan untuk ikut memeriahkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun 2025. Keterlibatan mereka diharapkan menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial yang positif.

Selain berdialog, tim juga menampung berbagai keluhan dan aspirasi warga setempat untuk ditindaklanjuti. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga keamanan khususnya Kabupaten Poso.

banner

Komentar