Dai Polri Satgas Madago Raya Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Safari Kamtibmas di Parimo

-News-
oleh

Nesia – Tim Da’i Polri yang tergabung dalam Satgas II Preemtif melakukan safari kamtibmas di Darussalam, Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (28/8/2025). Kegiatan dimulai dengan salat dzuhur berjamaah, dilanjutkan dengan silaturahmi bersama ta’mir dan jamaah masjid.

Tiga personel Da’i Polri yang hadir dalam kegiatan itu adalah Aiptu Erwin L, Aiptu Irwan, dan Aiptu Zulham. Mereka merupakan bagian dari Satgas Ops Madago Raya untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan, khususnya dari ancaman paham radikalisme dan intoleran.

Baca Juga:  Satgas P3GN Polda Sulteng Ungkap 32 Kasus Narkoba, Sita 2 Kg Sabu

Dalam pertemuan tersebut, Tim Da’i Polri menyampaikan pesan penting kepada para jamaah terkait pentingnya menjaga lingkungan dan tempat tinggal dari penyusupan paham-paham menyimpang yang dapat memecah belah umat dan merusak persatuan.

“Perlu peran serta aktif seluruh elemen masyarakat untuk mendeteksi dan mencegah berkembangnya radikalisme. Informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi kami,” ujar Aiptu Erwin dalam dialog bersama pengurus dan jamaah.

Baca Juga:  Biaya Haji 2024 Diperkirakan Naik, Kemenag Usulkan Rp105 Juta

Tim Da’i juga mengajak jamaah untuk tidak segan-segan melaporkan bila menemukan indikasi ajaran menyimpang atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada tindakan radikalisme, terutama yang menyasar tempat ibadah.

Respons positif datang dari pengurus Darussalam. Ta’mir masjid sekaligus penggiat dakwah, Ustadz Dedi, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan kepedulian Polri. Ia menyatakan siap mendukung langkah pencegahan yang dilakukan oleh Satgas Ops Madago Raya.

Baca Juga:  Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Terduga Pelaku Diskriminasi Ras Diamankan Polres Morowali

“Ini bentuk pendekatan humanis yang sangat kami hargai. Kami dari pihak siap bersinergi dengan Polri dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dari pengaruh negatif,” ujar Dedi.

Kegiatan silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya preemtif yang menekankan pendekatan persuasif dan edukatif. Satgas berharap semacam ini dapat mempersempit ruang gerak kelompok radikal dan menciptakan suasana aman di wilayah operasi.

banner

Komentar