Dai Polri Satgas Madago Raya Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Safari Kamtibmas di Parimo

-News-
oleh

– Tim Da’i Polri yang tergabung dalam Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melakukan safari kamtibmas di Masjid Darussalam, Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, Parigi Moutong, Kamis (28/8/2025). Kegiatan dimulai dengan salat dzuhur berjamaah, dilanjutkan dengan bersama ta’mir dan jamaah masjid.

Tiga personel Da’i Polri yang hadir dalam kegiatan itu adalah Aiptu Erwin L, Aiptu Irwan, dan Aiptu Zulham. Mereka merupakan bagian dari Satgas Ops Madago Raya untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan dalam menjaga keamanan, khususnya dari ancaman paham radikalisme dan intoleran.

Baca Juga:  Alumni Deradikalisasi di Poso Pesisir Dukung Stabilitas Keamanan Cegah Radikalisme

Dalam pertemuan tersebut, Tim Da’i Polri menyampaikan pesan penting kepada para jamaah terkait pentingnya menjaga lingkungan masjid dan tempat tinggal dari penyusupan paham-paham menyimpang yang dapat memecah belah umat dan merusak persatuan.

“Perlu peran serta aktif seluruh elemen untuk mendeteksi dan mencegah berkembangnya radikalisme. Informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi kami,” ujar Aiptu Erwin dalam dialog bersama pengurus masjid dan jamaah.

Baca Juga:  Mulai Hari Ini, Polda Sulteng Fokus Amankan 2.332 Gereja di Sulteng

Tim Da’i juga mengajak jamaah untuk tidak segan-segan melaporkan bila menemukan indikasi ajaran menyimpang atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada tindakan radikalisme, terutama yang menyasar tempat ibadah.

Respons positif datang dari pengurus Masjid Darussalam. Ta’mir masjid sekaligus penggiat dakwah, Ustadz Dedi, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan kepedulian Polri. Ia menyatakan siap mendukung langkah pencegahan yang dilakukan oleh Satgas Ops Madago Raya.

Baca Juga:  13 Pati Polri Naik Pangkat, 3 Diantaranya Eks Pejabat Polda Sulteng

“Ini bentuk pendekatan humanis yang sangat kami hargai. Kami dari pihak masjid siap bersinergi dengan Polri dalam menjaga lingkungan agar tetap dari pengaruh negatif,” ujar Dedi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preemtif Operasi Madago Raya yang menekankan pendekatan persuasif dan edukatif. Satgas berharap semacam ini dapat mempersempit ruang gerak kelompok dan menciptakan suasana damai di wilayah operasi.

banner

Komentar