Pemberdayaan Berbasis Keterampilan, Satgas Madago Raya Latih Istri Eks Warga Binaan di Poso

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Upaya deradikalisasi berbasis pendekatan kemanusiaan terus digencarkan II Preemtif Madago Raya. Salah satunya melalui pembukaan Pelatihan Berbasis Kejuruan Menjahit Gelombang Kedua yang digelar di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten , Kamis (10/7/2025).

Pelatihan ini menyasar kelompok rentan, yakni para istri dari yang tinggal di wilayah Poso. Dengan melibatkan 10 , program ini menjadi bagian dari upaya dalam memperkuat ketahanan sosial melalui pengembangan keterampilan ekonomi produktif.

Baca Juga:  Kapolri Angkat Bicara Soal Firli Bahuri Belum Ditahan Kasus SYL

Kegiatan dibuka langsung oleh Tim Da'i Polri yang terdiri dari Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan Al Liosi. Tim menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar program keahlian, tapi juga bentuk nyata dari upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Ilmu dan keterampilan hanya akan berguna jika kita tekun dan sungguh-sungguh dalam belajar. Jangan ragu untuk mencoba, jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” ujar Ipda Ilham Sriwan kepada peserta pelatihan.

Baca Juga:  Ops Keselamatan Berakhir: Laka Lantas Turun 16%, Pelanggaran Lalu Lintas Naik 36% di Sulteng

Selain memberikan motivasi, Tim Da'i juga menyampaikan pesan-, pentingnya hidup rukun, serta menjaga situasi keamanan yang sudah semakin kondusif di Poso. Mereka mengajak peserta untuk ikut berperan aktif dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Teruslah belajar, berlatih, dan jadikan pelatihan ini sebagai titik awal membuka usaha sendiri. Bukan hanya membantu keluarga, tapi juga berpotensi membuka lapangan kerja bagi orang lain,” tambahnya.

Baca Juga:  Ratusan Personel Polda Sulteng Ikut Ujian Beladiri untuk Naik Pangkat Periode Januari 2026

Para peserta menyambut pelatihan ini dengan antusias dan menyampaikan terima kasih atas inisiatif dari . Mereka berkomitmen untuk mendukung upaya Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendorong perdamaian berkelanjutan di Poso.

Satgas Madago Raya berharap, pelatihan ini tidak hanya mencetak perempuan mandiri, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membentengi keluarga dari pengaruh paham radikal. Pemberdayaan masyarakat menjadi senjata utama melawan narasi kekerasan dan intoleransi.

banner

Komentar