Rohaniawan Polri Sambangi Warga Balinggi, Ajak Tolak Radikalisme

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Ngataku – melalui rohaniawan Polri Aipda I Putu Kariasa melaksanakan dan silaturahmi kepada tokoh masyarakat serta di Dusun Telugtug, Desa Balinggijati, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (24/5/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Aipda I Putu Kariasa menemui tokoh masyarakat I Made Saji dan sejumlah warga setempat. Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari pendekatan yang dilakukan Madago Raya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca Ulang () di Kabupaten Parigi Moutong.

Baca Juga:  Pimpinan Pondok Pesantren Tolole Dukung Polri Cegah Radikalisme di Ampibabo

Aipda Kariasa menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Ia juga mengajak warga, termasuk tim-tim pemenangan pasangan calon, untuk menghormati hasil penghitungan suara yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Siapapun yang terpilih nanti sebagai Bupati dan Wakil Bupati, itulah hasil sah dari proses demokrasi. Mari kita terima dengan lapang dada dan bersama-sama membangun Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Aipda Kariasa kepada warga.

Baca Juga:  Perkokoh Persaudaraan, Dai Kamtibmas Polri Ajak Tokoh Agama Tolak Paham Radikalisme di Poso

Selain itu, Aipda Kariasa juga menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham radikal dan yang dapat merusak kerukunan serta persatuan bangsa.

“Penting untuk terus mempererat rasa persaudaraan dan saling menghormati antar pemeluk agama. Kita harus menjadi masyarakat yang cerdas dan tidak mudah terpecah oleh provokasi yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Baca Juga:  Satgas P3GN Polda Sulteng Ungkap 32 Kasus Narkoba, Sita 2 Kg Sabu

Warga yang hadir menyambut positif kegiatan sambang tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk ikut menjaga situasi kondusif di wilayahnya dan menolak segala bentuk ajaran radikal yang bisa mengganggu stabilitas daerah.

Satgas Madago Raya berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan dialogis kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya preemtif dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan tertib, khususnya di .

banner

Komentar