Patroli Jalur Klasik, Tim Alfa 2 Pastikan Kondusifitas di Wilayah Pegunungan Poso

-News-
oleh

Palu Nesia – Dalam upaya mempersempit ruang gerak penyebaran paham dan mencegah terbentuknya tempat baru, Tim Alfa 2 Satgas III Preventif Ops Madago Raya melaksanakan patroli di wilayah Kabpuaten Poso meliputi Tambarana, pegunungan Maoti Kalora, hingga Kawende.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tujuh hari di area bekas camp, hutan kebun, dan pegunungan, yang sebelumnya diketahui sebagai jalur mobilitas kelompok teroris.

Selama pelaksanaan patroli, Tim Alfa 2 tidak menemukan adanya indikasi menonjol terkait pembentukan kelompok baru yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Poso dan sekitarnya.

Baca Juga:  Polda Sulteng Gelar Seleksi Walpri Calon Kepala Daerah Pilkada 2024

Dansat Brimob Polda , Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., yang juga menjabat sebagai , mengatakan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga situasi tetap kondusif di wilayah hukum Polda .

“Patroli ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada ruang gerak bagi kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan pelanggaran hukum, terutama yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme. Kami bersyukur, hingga saat ini, situasi di lapangan masih dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Kurniawan dalam keterangannya, Senin (28/4/2025).

Baca Juga:  Jejak Terakhir Kombes Boy Samola di Ops Madago Raya, Bangun Sekolah di Momen Hari Bhayangkara ke-79

Lebih lanjut, Kombes Pol. Kurniawan menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan intensitas patroli, khususnya di wilayah-wilayah yang pernah menjadi basis kelompok bersenjata, guna mendukung sepenuhnya keberhasilan Madago Raya.

Dansat Brimob juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau mengetahui adanya upaya penyebaran paham radikal. Kerjasama antara masyarakat dan aparat menjadi kunci utama untuk menciptakan situasi yang aman dan damai,” pungkasnya.

banner

Komentar