Dai Polri Ajak Warga Desa Bambalemo Jaga Kamtibmas Pasca PSU di Parigi Moutong

-News-
oleh

Palu Nesia – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat serta menjaga stabilitas pasca (PSU), II Preemtif Operasi melalui Tim Da'i Polri melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi di Desa Bambalemo, Kecamatan , Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat (25/4/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Parigi Moutong AKP Zulkufran, yang juga selaku personel Satgas II Preemtif, bersama tim Da'i Kamtibmas Polri yang terdiri dari Aiptu Erwin L., Aiptu Irwan, Aiptu Zulham, dan Aiptu Arwin Abubakar.

Baca Juga:  Polda Sulteng Sambut Hari Jadi ke-73 Humas Polri dengan Donor Darah

Dalam kesempatan tersebut, tim menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan , khususnya pasca pelaksanaan PSU di wilayah tersebut.

AKP Zulkufran menegaskan pentingnya menghormati hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.

“Mari kita wilayah, hormati hasil demokrasi yang telah berjalan, dan kita sukseskan bersama demi kemajuan Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.

Baca Juga:  Jaga Netralitas, Polda Sulteng Akan Tunda Penanganan Kasus Pidana Terkait Cakada

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menanamkan nilai- antarumat beragama guna memperkuat rasa persaudaraan dan mencegah berkembangnya serta intoleransi yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

Apresiasi datang dari setempat, Kurniadi selaku tokoh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Satgas Madago Raya dan Tim Da'i Polri atas perhatian dan upaya pendekatan yang dilakukan.

Baca Juga:  Ratusan Pembalap Siap Adu Kecepatan di Piala Kapolda Sulteng Seri 3 Morowali

Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca PSU di kabupaten Parigi Moutong.

Kegiatan ini merupakan upaya Satgas Madago Raya dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif guna menciptakan wilayah yang aman, damai, dan terbebas dari ancaman radikalisme di Kabupaten Parigi Moutong.

banner

Komentar