Moderasi Beragama, Satgas Madago Raya Gelar Peningkatan Kemampuan Pendeta di Poso

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya kembali melaksanakan kegiatan bagi pendeta di Aula Pertemuan Hotel 99, Kabupaten , pada Kamis (13/2/).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), serta mencegah penyebaran paham radikalisasme dan intoleransi di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Poso.

Peningkatan kemampuan pendeta ini melibatkan berbagai pihak, termasuk anggota Satgas II Preemtif Ops Madago Raya, Da'i Kamtibmas , serta pendeta dan tokoh agama Kristen dari seluruh wilayah Kabupaten Poso.

Dalam sambutannya, II Preemtif yang juga selaku Dirtahti Polda Sulteng, AKBP Moh. Taufik, S.H. menyampaikan, bahwa pentingnya pendeta dalam menjaga umat beragama dan menjadi ujung tombak dalam menangkal paham serta intoleransi di Kabupaten Poso.

Baca Juga:  Polri Komitmen Bersikap Tetap Netral di Pemilu 2024

“Melalui kegiatan ini, diharapkan pendeta dapat menjadi pusat perdamaian yang dapat mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari serta berperan aktif dalam pencegahan radikalisasme dan intoleransi di Sulawesi Tengah,” ujar AKBP Moh. Taufik.

Dalam acara ini, dua narasumber, yakni Pdt. Dr. Sem Kolma Lassa, M.Th., M.Mis, Wakil Ketua Majelis GPdI Sulteng, dan Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, Provinsi Sulteng, memberikan materi terkait peran pendeta dalam menangkal paham radikal serta pentingnya moderasi beragama sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Baca Juga:  TKBM Tangkiang Siap Bersinergi Dengan Polri Dalam Menjaga Kamtibmas

Pdt. Sem Kolma Lassa, M.Th., M.Mis, mengapresiasi kegiatan peningkatan kemampuan pendeta yang dilakukan oleh Satgas II Preemtif Ops Madago Raya.

Dalam materi yang disampaikan, Pdt. Sem Kolma Lassa menjelaskan bahwa pendeta memiliki peran vital dalam memerangi radikalisme di tengah umat Kristiani.

“Kegiatan ini untuk mengedukasi para pemimpin kristiani di Kabupaten Poso, sehingga tercipta suasana toleransi dari keberagaman suku ras yang berbeda-beda,” ucapnya.

Senada dengan pendeta Sem Kolma Lassa, Ketua FKUB Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin menyatakan apresiasi kepada Satgas II Preemtif atas pelaksanaan penguatan pendeta, hal ini sangat positif dalam membangun kerukunan dan kedamaian di Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Polwan Polda Sulteng Gelar Sarasehan bersama Tokoh Perempuan di Palu Jelang Hari Jadi ke-76

Prof Zainal juga menekankan pentingnya moderasi beragama untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama yang akan memperkuat persatuan bangsa.

“Kegiatan ini, selain ajang silaturahim juga tukar pikiran dan pendapat serta membangun kehidupan beragama,” jelasnya.

Kegiatan peningkatan kemampuan ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi pendeta dalam menciptakan suasana aman dan kondusif di wilayah operasi khususnya Kabupaten Poso.

banner

Komentar