4 Tokoh Lintas Agama Ikut Penguatan Moderasi Beragama dalam Bingkai NKRI di Sigi

-News-
oleh

Palu Nesia – Satgas II Preemtif Ops Madago Raya kembali menggelar kegiatan penguatan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Acara yang berlangsung di pemancingan ikan Nagaya ini dihadiri oleh berbagai pemuka agama dari agama Islam, Kristen, Hindu, serta Budha, Rabu (19/2/).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasatgas II, AKBP Moh. Taufik, S.H., bertujuan untuk memperkokoh kerukunan antar umat beragama dan meningkatkan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya bersama-sama menangkal paham-paham yang dapat merusak kedamaian dan stabilitas daerah.

Acara penguatan moderasi beragama ini turut menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Sulteng, Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Ag, dan Ketua FKUB Sigi, Ustadz Sofyan Nur, S.E.

Baca Juga:  Peningkatan Kemampuan Imam Masjid, Upaya Satgas Madago Raya Mencegah Paham Radikalisme di Sigi

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Boy F.S. Samola yang dibacakan oleh AKBP Moh. Taufik, menjelaskan bahwa kegiatan penguatan moderasi beragama ini telah dilaksanakan di empat kabupaten berbeda, antara lain Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-una, dan Sigi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk bersama-sama menangkal kelompok terorisme dan paham radikalisme dan yang ada di wilayah kita ini,” ujar AKBP Moh. Taufik.

AKBP Moh. Taufik yang juga selaku Dirtahti Polda Sulteng berharap, para tokoh lintas agama dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka penguatan moderasi beragama dalam bingkai NKRI.

“Kami berharap para tokoh lintas agama dapat memberikan pemahaman tentang paradigma yang memiliki empat pilar yakni wawasan kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal,” terangnya.

Baca Juga:  Ramadhan Penuh Kedamaian, Satgas Madago Raya Ajak Warga Poso Makan Sahur Bersama

Sementara itu, Ketua FKUB Sigi, Ustadz Sofyan Nur, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas diselenggarakannya kegiatan ini. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Sigi merupakan daerah yang rawan terhadap berkembangnya paham radikalisme dan intoleransi.

“Kami sangat berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan untuk menjaga kedamaian dan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Sigi,” tuturnya.

Dalam sesi materinya, Ketua FKUB Sulteng, Prof. Zainal Abidin, mengajak seluruh untuk menjaga kerukunan antar umat beragama demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Sulawesi Tengah.

“Mari kita terus menjaga situasi yang damai dengan saling menghormati dan menjaga toleransi antar agama,” imbuhnya.

Baca Juga:  Cegah Paham Radikal, Dai Polri Sambangi Masjid Alkhairaat Touna Perkuat Keamanan dan Kerukunan

Lebih lanjut, Prof. Zainal juga mengapresiasi Satgas Madago Raya yang telah memberikan perhatian khusus terhadap desa percontohan moderasi beragama, sehingga bisa menjadi contoh buat desa yang lain di Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta yang terdiri dari berbagai pemuka agama. Wayan Suwena, selaku perwakilan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk membentengi masyarakat dari bahaya paham radikalisme dan untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di Sulawesi Tengah.

Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, diharapkan kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat di Desa percontohan Kabupaten Sigi, yakni Desa Uwemanje Kecamatan Kinovaro dan Desa Toro Kecamatan Kulawi untuk menjaga keamanan dan kedamaian.

banner

Komentar