14 Hari ke Depan Ops Keselamatan Digelar, Ini Sasaran Prioritas Polda Sulteng

-News-
oleh

Palu Nesia Sulawesi Tengah Irjen Pol. Dr. memimpin apel Operasi Keselamatan Tinombala 2025, yang berlangsung di Lapangan Polda , Senin (10/2/2025).

Dalam amanatnya, Kapolda menekankan pentingnya berlalu lintas sebagai upaya menekan angka kecelakaan di wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan itu, Kapolda mengapresiasi seluruh personel kepolisian yang telah membangun dengan pemangku kepentingan di daerah. 

“Keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas adalah kebutuhan mutlak bagi . Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak dan kecelakaan akibat kelalaian serta rendahnya kesadaran hukum dalam berlalu lintas,” ujar Kapolda.

Sebagai respons terhadap tantangan ini, akan menggelar Operasi Keselamatan Tinombala 2025 selama 14 hari, mulai 10 hingga 23 Februari 2025, sebutnya. 

Baca Juga:  Edukasi Pelajar, Satgas Madago Raya Paparkan Bahaya Bullying dan Pentingnya Cinta Tanah Air

Lanjut ia juga menyebut, Operasi ini melibatkan 1.024 personel yang terdiri dari 184 personel Polda Sulteng dan 840 personel dari jajaran Polres. Operasi ini akan menekankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis, serta didukung oleh sistem penegakan hukum berbasis tilang elektronik.

Kapolda juga menyampaikan sasaran prioritas operasi kali ini, antara lain:

1. Kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar pabrikan.

2. Kendaraan yang dimodifikasi secara ilegal, termasuk perubahan rangka dan spesifikasi teknis.

3. Kendaraan pribadi yang menggunakan sirine, rotator, atau strobo tidak sesuai peruntukannya.

4. Kendaraan dengan tanda nomor kendaraan yang tidak sesuai aturan.

5. Pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI.

Baca Juga:  Musnahkan 1 Kilogram Sabu, Polda Sulteng Komitmen Perangi Narkoba

6. Kendaraan pribadi yang beroperasi sebagai travel atau rental ilegal.

7. Kendaraan angkutan penumpang yang digunakan untuk mudik atau balik.

8. Kendaraan angkutan penumpang yang tidak laik jalan.

9. Lokasi rawan kecelakaan (trouble spot dan black spot).

10. Tempat wisata yang tidak memiliki fasilitas parkir memadai.

Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini bergantung pada profesionalisme dan integritas personel di lapangan. Ia pun memberikan beberapa arahan kepada seluruh anggota yang bertugas, di antaranya:

1. Melaksanakan operasi dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

2. Membangun koordinasi dengan instansi terkait untuk kelancaran operasi.

3. Melakukan pemetaan lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan.

Baca Juga:  Pasca PSU, Dai Polri Ajak Linmas Jaga Stabilitas Keamanan di Parigi Moutong

4. Mengedukasi masyarakat melalui media cetak, elektronik, dan sosial.

5. Melakukan ramp check di terminal dan pool bus guna memastikan kelayakan kendaraan.

6. Menindak kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum secara ilegal.

7. Memperkuat patroli di lokasi rawan macet dan kecelakaan.

8. Menghindari tindakan yang dapat mencoreng citra kepolisian, seperti pungli dan penyalahgunaan wewenang.

9. Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman, termasuk aksi .

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Operasi Keselamatan Tinombala 2025 secara resmi saya nyatakan dimulai,” tutup Kapolda.

Apel gelar pasukan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran berlalu lintas di Sulawesi Tengah. Diharapkan, operasi ini dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.

banner

Komentar