Pengurus Masjid Al Azhar Komitmen Dukung Polri Menolak Paham Radikal di Poso

-News-
oleh

Dalam upaya memperkuat kerukunan sekaligus menjaga wilayah, Da'i Polri Satgas II Preemtif melaksanakan kegiatan dan silaturahmi kepada pengurus Masjid Al Azhar di Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Minggu (5/1/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta mengajak para dan pengurus masjid untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Poso.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Sebut Bakal Tindak Tegas Pelaku Penyalahgunaan Nakoba, Termasuk Oknum Anggota!

Tim Dai Polri yang dipimpin oleh Ipda Ilham Sriwan, didampingi oleh Aiptu Ridwan dan Aipda Sofyan Al Liosi. Dalam kesempatan tersebut, Da'i Polri melakukan silaturahmi dengan Sdr. Sigit, sebagai Tamir atau Pengurus Masjid Al Azhar, dan mengajak untuk berkolaborasi dalam menjaga yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Poso.

Ipda Ilham Sriwan menyampaikan pentingnya masyarakat, khususnya pengurus masjid, dalam menjaga lingkungan dari pengaruh paham radikal, separatis, dan intoleran yang dapat merusak kerukunan. Melalui kerjasama yang erat, diharapkan Poso tetap menjadi yang aman, damai, dan bebas dari ancaman radikalisme.

Baca Juga:  Sambut HUT RI ke-80, Satgas Madago Raya Latih PBB di 6 Sekolah Wilayah Poso

Sigit selaku Tamir Masjid Al Azhar, menyampaikan terima kasih kepada Tim Da'i Polri atas kunjungan dan kerjasama yang dibangun. Ia berkomitmen untuk turut membantu Polri dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, serta bersama-sama menanggulangi segala bentuk paham yang bertentangan dengan nilai-nilai dan keagamaan.

“Saya berkomitmen untuk mendukung Polri dalam mewujudkan situasi yang aman dan kondusif, serta menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kabangsaan dan keagamaan,” ungkap Sigit.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Ajak Tokoh Agama Desa Pandajaya Bersama Jaga Kondusivitas

Kegiatan silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mencegah berkembangnya paham radikal dan intoleran, serta memperkuat sinergi antara aparat keamanan dengan masyarakat dalam menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Poso.

banner

Komentar