Penguatan Moderasi Beragama di Desa Borone, Upaya Satgas II Preemtif Cegah Radikalisme

-News, Pendidikan, Religi-
oleh

Palu Nesia – Dalam rangka mendukung kegiatan Satgas II Preemtif , Kasatgas II Preemtif, AKBP Moh. Taufik, S.H, membuka kegiatan penguatan moderasi beragama dalam bingkai NKRI berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Borone, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, pada Rabu (22/1/).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama sekaligus mendukung upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta pencegahan radikalisasi dan intoleransi.

Turut dihadiri oleh sejumlah dan tokoh penting, di antaranya Camat Ampana Tete, Kasat Binmas Polres Touna, Kepala KUA Kecamatan Ampana Tete, Danramil Ampana Tete, Kapolsek Ampana Tete, serta Kepala Desa Borone.

Selain itu, hadir pula tokoh lintas agama yang turut serta dalam memberikan dukungan terhadap terciptanya perdamaian dan keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Touna.

Baca Juga:  Pelatihan Menjahit Resmi Ditutup, Satgas Madago Raya Ajak Peserta jadi Pelaku Wirausaha Lokal

Dalam sambutannya, Kasatgas II Preemtif, AKBP Moh. Taufik, S.H, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu inovasi Satgas II Preemtif Ops Madago Raya dalam rangka memperkuat moderasi beragama di wilayah Sulawesi Tengah.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk mengurangi potensi radikalisme dan intoleransi, serta sebagai upaya untuk membangun karakter masyarakat yang lebih toleran dan menghargai perbedaan,” ujar AKBP Taufik yang juga selaku Dirtahti Polda .

Lebih lanjut, Kasatgas II Preemtif Ops Madago Raya menjelaskan bahwa Desa Borone dipilih sebagai Desa Percontohan karena memiliki kemajemukan masyarakat yang tinggi.

“Perdamaian dalam kemajemukan adalah kunci utama untuk menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera. Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Borone dapat menjadi contoh bagi desa lainnya di Indonesia dalam hal moderasi beragama,” tambahnya.

Baca Juga:  FKUB Sulteng Gencar Sosialisasikan Moderasi Beragama di Parigi Moutong

Kegiatan penguatan moderasi beragama dalam bingkai NKRI menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, Provinsi Sulawesi Tengah, dan Drs. Syaiful Bahri Laborahima, M.Ap, Ketua FKUB Kabupaten Touna.

Kedua narasumber menyampaikan pentingnya moderasi beragama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, serta moderasi beragama dalam memperkuat persatuan bangsa.

Prof. Dr. KH. Zainal Abidin menekankan bahwa moderasi beragama tidak hanya penting untuk menjaga keberagaman, tetapi juga sebagai perekat dan pemersatu bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

“Moderasi beragama bukan hanya sebuah konsep, tetapi sebuah tindakan nyata yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Pada akhir kegiatan, sesi tanya jawab memberikan kesempatan bagi untuk berdialog dan mendalami lebih jauh tentang penerapan moderasi beragama.

Baca Juga:  Kaops Madago Raya Hadiri Seminar Ilmiah Bertajuk Transformasi Ideologi bersama Ratusan Eks JI di Poso

Sementara itu, Kepala Desa Borone Fadlih T. Syahid, S.Sos menyampaikan ucapan terimakasih serta apresiasi yang tinggi kepada Satgas II Preemtif Ops Madago Raya atas penyelenggaraan kegiatan ini dan berharap agar program serupa terus berlanjut di masa mendatang untuk memperkuat kerukunan umat beragama di Sulawesi Tengah.

“Terimakasih kepada Satgas II Preemtif Ops Madago Raya atas penyelenggaraan kegiatan penguatan moderasi beragama dalam bingkai NKRI di Desa Borone, stop intoleransi, stop radikalisme dan stop terorisme,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan suasana yang harmonis dan toleran, serta sebagai salah satu langkah strategis dalam mencegah radikalisme di wilayah Sulteng, khususnya Kabupaten Touna.

banner

Komentar