Rapat Pokja Polda Sulteng Bahas Inovasi Pengurusan SKBN melalui Rekam Medis Elektronik

-News-
oleh

Palu Nesia – Biro Operasi menggelar rapat koordinasi untuk finalisasi naskah kerjasama Pokja terkait integrasi proses Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) melalui rekam elektronik. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Provinsi Sulawesi Tengah.

Rapat tersebut dipimpin oleh Tim Pokja, Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Sulteng, AKBP dr. Benyamin FL Sitio, AKBP Milyadi, S.H., selaku KA BNNK Morowali, AKP Junus Achpah, Kasubbag Pakat Ro Ops Polda Sulteng AKP Dr. Widodo, Kasubbag Progmonev Ro Ops Polda Sulteng Ipda Muliadi, Pamin 3 Bidkum Polda Sulteng .

Baca Juga:  Dinilai Berhasil, Tokoh Agama dan Eks Napiter Dorong Kapolda Sulteng Lanjutkan Operasi Madago Raya 2026

Selain itu, Ruswati, S.Kep.,MAP, Koordinator Rehab/Konselor, Selfina Alimbuto, Psikolog BNNP, Yulmawaty, L.M.,S.Kep, Konselor Adiksi Ahli Pertama, rapat Pokja berlangsung di ruang Posko Command Center Polda Sulteng, pada Senin (23/9/2024).

Dalam rapat tersebut hadir sejumlah pejabat utama dan perwakilan dari instansi terkait, termasuk Biddokkes Polda Sulteng, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dan Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, AKBP dr. Benyamin FL Sitio menyampaikan bahwa inisiatif integrasi rekam elektronik dengan proses penerbitan SKBN bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan surat tersebut, sekaligus memastikan keakuratan data terkait hasil tes bebas narkoba.

Baca Juga:  Sidak Pelayanan Publik, Kapolda Sulteng: SPKT Adalah Wajah Polri

“Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap penyalahgunaan narkoba, serta meminimalisir potensi penyalahgunaan dalam proses penerbitan SKBN. Dengan integrasi rekam elektronik, hasil tes bebas narkoba akan tercatat secara digital dan transparan, yang dapat diakses oleh pihak berwenang jika diperlukan,” ujar dr. Benyamin.

Ia juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya Polda Sulteng dalam mendukung program pemberantasan narkoba, sekaligus sebagai upaya preventif untuk mencegah penyalahgunaan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Warga Desa Kilo Dikejutkan Temuan Senpi Rakitan saat Gali Lubang Tanam Pisang di Poso

Rapat ini juga membahas teknis dari sistem integrasi, seperti mekanisme verifikasi hasil tes, pelatihan untuk tenaga medis, dan kepada masyarakat terkait perubahan proses pengurusan SKBN.

“Dengan adanya sinergi antarinstansi, kami optimis upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Tengah dapat lebih efektif dan terintegrasi dengan baik. Semoga hasil dari finalisasi kerjasama ini segera terealisasi dalam waktu dekat,” pungkasnya.

banner

Komentar