Pendekatan Persuasif, 19 Warga Termasuk Eks Napiter di Tumoli Utara Berhasil Didata Disdukcapil Parimo

-News-
oleh

– Dalam upaya mempercepat integrasi sosial, Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya melaksanakan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Moutong () terkait hasil pendataan kependudukan terhadap kelompok inklusif (Pok Inklusif) di Dusun 1 Desa Tumoli Utara.

Koordinasi yang berlangsung pada Rabu (11/9/) ini diterima langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Andi Bahri, serta Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda, Muhammad Amin Lasikua.

Baca Juga:  Dai Polri Ajak Warga Desa Bambalemo Jaga Kamtibmas Pasca PSU di Parigi Moutong

Pelaksana kegiatan terdiri dari personil Satgas II Preemtif, yaitu Aiptu Rahmat Jafar, Aiptu Rasul, dan Aiptu Andi Agustiar, dengan pendampingan dari Da'i Polri, yakni Aiptu Erwin L., Aiptu Zulham, dan Brigadir Farid Wajdi.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Rahmat Jafar mengungkapkan, bahwa pendataan terhadap kelompok inklusif di Dusun 1 Tumoli Utara menemui tantangan awal, di mana masyarakat setempat awalnya menolak untuk didata dan memberikan informasi terkait identitas kependudukan.

Baca Juga:  Satgas Madago Raya Edukasi Warga Desa Banano Soal Bahaya Paham Radikalisme

“Namun, berkat pendekatan persuasif dari tim Disdukcapil yang didampingi oleh Pemerintah Kecamatan dan Desa, masyarakat akhirnya bersedia untuk didata dan melakukan perekaman identitas. Mereka meminta agar proses tersebut dilakukan di Rumah Pondok Tahfidz yang berada di wilayah tersebut,” ujar Aiptu Rahmat Jafar.

Aiptu Rahmat Jafar menerangkan, setelah dilakukan pengecekan, ditemukan bahwa mayoritas masyarakat kelompok tersebut sudah memiliki dokumen kependudukan, namun semuanya berasal dari luar atau luar . Oleh karena itu, tim Disdukcapil melakukan pemindahan wilayah administrasi bagi mereka.

Baca Juga:  Cetak KTP untuk Keluarga Eks Napiter, Satgas Madago Raya Dukung Upaya Integrasi Sosial

“Sebanyak 19 orang berhasil didata dan direkam, termasuk pimpinan Pondok Tahfidz Desa Tumoli Utara, Ustadz Arifuddin beserta keluarganya, serta mantan narapidana yang menolak ikrar NKRI, Ustadz Anggi alias Ustadz Arkam,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Inovasi Satgas II Preemtif Ops Madago Raya dalam menjaga stabilitas dan , sekaligus memastikan tertibnya administrasi kependudukan di wilayah .

banner

Komentar