Kapolres Poso Bersama Tim Dai Polri Tanamkan Nilai-Nilai Keagamaan di Panti Asuhan

Palu Nesia – Dalam upaya mempererat tali dan mencegah berkembangnya paham , AKBP Arthur Sameaputty beserta tim Polri menyambangi Panti Asuhan Bukhari Babul Khair di Jalan P. Batam, Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, Poso, pada Kamis (5/9/2024).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Poso Iptu Andi Cakra, serta tiga anggota tim Da'i Polri yakni Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan L. Mereka disambut hangat oleh pengasuh dan -anak panti asuhan.

Baca Juga:  Tangkal Intoleransi, Dai Polri Aktif Silaturahmi dengan Tokoh Agama di Poso

Dalam kesempatan tersebut, tim Da'i Polri menyampaikan sejumlah pesan penting kepada anak-anak panti, baik dalam hal keagamaan maupun keamanan dan ketertiban (). Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian Polri terhadap generasi muda, khususnya anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Pesan-pesan yang disampaikan meliputi ajakan untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan, patuh dan taat kepada orang tua serta pengasuh, sabar menghadapi ujian hidup, dan belajar dengan tekun agar sukses di dunia dan akhirat.

Baca Juga:  Kerahkan Mobil Dapur Umum, Satgas Madago Raya Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Selain itu, tim Da'i Polri juga mengingatkan pentingnya menghindari perbuatan yang melanggar syariat agama, norma, dan hukum yang berlaku. Mereka menekankan pentingnya waspada terhadap paham , , serta anti-Pancasila, yang dapat merusak keharmonisan masyarakat dan merongrong keamanan negara.

Pengasuh dan anak-anak Panti Asuhan Bukhari Babul Khair mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Kapolres Poso dan tim Da'i Polri. Mereka menyatakan siap untuk mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta berkomitmen untuk membantu menciptakan suasana yang aman dan kondusif di Kabupaten Poso.

Baca Juga:  Kompolnas Apresiasi Langkah Cepat Polda Sulteng Tangani Kasus Penggelapan Briptu Yuli Setyabudi

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran, khususnya di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat ikatan sosial antara aparat keamanan dengan masyarakat setempat.

banner

Komentar