Kapolres Poso Bersama Tim Dai Polri Tanamkan Nilai-Nilai Keagamaan di Panti Asuhan

Dalam upaya mempererat tali silaturahmi dan mencegah berkembangnya paham , Poso AKBP Arthur Sameaputty beserta tim Polri menyambangi Panti Asuhan Bukhari Babul Khair di Jalan P. Batam, Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, pada Kamis (5/9/).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasat Binmas Poso Iptu Andi Cakra, serta tiga anggota tim Da'i Polri yakni Ipda Ilham Sriwan, Aiptu Ridwan, dan Aipda Sofyan L. Mereka disambut hangat oleh dan anak-anak panti asuhan.

Baca Juga:  Pembakaran Kantor PT RCP di Morowali, Tiga Terduga Pelaku Ditangkap Polisi

Dalam kesempatan tersebut, tim Da'i Polri menyampaikan sejumlah pesan penting kepada anak-anak panti, baik dalam hal keagamaan maupun dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian Polri terhadap generasi muda, khususnya anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Pesan-pesan yang disampaikan meliputi ajakan untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan, patuh dan taat kepada orang tua serta pengasuh, sabar menghadapi ujian hidup, dan belajar dengan tekun agar sukses di dunia dan akhirat.

Baca Juga:  18 Eks Simpatisan JI dan ISIS Poso Ikrar Setia NKRI Jelang Hari Bhayangkara ke-78

Selain itu, tim Da'i Polri juga mengingatkan pentingnya menghindari perbuatan yang melanggar syariat agama, norma, dan hukum yang berlaku. Mereka menekankan pentingnya waspada terhadap paham radikal, intoleran, serta anti-Pancasila, yang dapat merusak keharmonisan masyarakat dan merongrong keamanan negara.

Pengasuh dan anak-anak Panti Asuhan Bukhari Babul Khair mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Kapolres Poso dan tim Da'i Polri. Mereka menyatakan siap untuk mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta berkomitmen untuk membantu menciptakan suasana yang dan kondusif di Kabupaten Poso.

Baca Juga:  Cegah Peredaran Senjata Api, Polsek Poso Pesisir Selatan Gelar Razia Kendaraan

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah efektif dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran, khususnya di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat ikatan antara aparat keamanan dengan masyarakat setempat.

banner

Komentar